Petani di Madina Bisa Berpenghasilan Belasan Juta Perbulan

0
106
Putra Lubis bersama temannya sedang berada di kebun pepaya Calina Panyabungan Barat Mandailing Natal

MohgaNews|Madina – sebagian pembaca barangkali belum mengenal papaya Calina. Papaya calina populer di sebagian kalangan dengan sebutan papaya California. Papaya Calina dikembangkan oleh peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan belakangan ini papaya Calina sudah mulai dibudidayakan masyarakat di berbagai daerah. Termasuk sejumlah petani di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Adalah Putra Lubis (33), salah satu petani budidaya papaya Calina di Desa Runding Kecamatan Panyabungan Barat Kabupaten Madina. Putra menamam papaya Calina ini di lahan seluas dua hektar, dan sebagian sudah mulai panen.

Kepada MohgaNews, Rabu (31/7) Putra Lubis menceritakan, awalnya dia memulai usaha ini kurang mendapat dukungan dari warga setempat, apalagi lahan yang ditanaminya adalah minim pengairan.

Namun, itu tidak menyurutkan niatnya untuk berkebun papaya calina. Tidak menunggu sampai setahun, papaya calina yang ditanaminya sudah mulai panen.

“hanya sekitar 7-10 bulan, hasilnya mulai Nampak, dan sekarang sudah mulai panen,” kata Putra.

Ia menjelaskan, dalam satu hektar, ia bisa menaman hinga 1.300 batang, dan setiap batang pohon papaya bisa mencapai 20an buah dengan berat rata-rata di atas 2 Kg.

“harga perkilo Rp 2.000, ada juga buah yang disortir. Pemasarannya saat ini sudah lebih mudah, karena toke dari Medan yang datang langsung kemari, panennya bisa dua kali dalam sebulan, dalam sebulan bisa mencapai belasan juta, karena belum semua yang panen,” jelasnya.

Ia menyebut, setelah melihat budidaya kebun papaya calina milik Putra Lubis itu, warga saat ini sudah mulai mengikuti langkahnya, bahkan tak sedikit warga yang mengalihfungsikan tanaman menjadi kebun papaya calina.

“Kalau sekarang, di wilayah Panyabungan Barat ini sudah ada sekitar 7 hektar kebun papaya calina, tetapi belum seberapa yang panen,” ujarnya.

Menurut Putra, budidaya papaya calina ini memerlukan perawatan yang baik, mulai dari pematangan lahan, pembibitan, pemupukan, pemangkasan ranting, dan sebagainya.

“Harus dirawat dengan benar, mulai dari pembibitan hingga pembuahan. Karena, saat buah sudah muncul, kita masih memerlukan obat-obatan supaya tidak terkena hama insektisida,” terangnya.

Putra menyebut, ia bersama beberapa temannya saat ini terus menggalakkan supaya masyarakat ikut membudidayakan tanaman papaya calina. Karena, menurutnya ini salah satu komoditas yang cocok untuk mengisi lahan kosong kering yang tidak dimanfaatkan.

“banyak sebenarnya lahan di pedesaan yang tidak diberdayakan pemiliknya, nah bagi masyarakat yang ingin budidaya papaya calina ini, kami siap membantu supaya nanti papaya calina bisa jadi produk unggulan daerah kita,

“Karena selain untuk dikonsumsi langsung, bahan baku dari papaya ini sangat banyak, seperti sabun papaya, itu sudah kelas pabrikan, tentunya bila kita menuju kesitu, kita harus bisa menyediakan buah dengan jumlah yang lebih besar. Dan, kami yakin harganya juga akan berbeda, tentu harganya lebih tinggi lagi, hanya saja kita harus siap menyediakan jumlah kebutuhan pabriknya,” tambahnya. (MN-01)