MADINA – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPA) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sukses membongkar aksi rekayasa penemuan bayi di Desa Salambue, Kecamatan Panyabungan. Bayi yang awalnya dilaporkan sebagai “titipan orang lain” tersebut ternyata merupakan anak kandung dari pelapor sendiri.
Keterlibatan aktif Dinsos PPA Madina dalam mengungkap tabir kasus ini dikonfirmasi langsung oleh pihak kepolisian dan otoritas desa setempat.
Kasat Reskrim Polres Madina, AKP Tri Boy Alvin Siahaan, menjelaskan bahwa penyelidikan bermula dari laporan yang diteruskan oleh pihak Dinsos PPA.
“Kami mendapat informasi dari Bidang PPA Dinas Sosial terkait penemuan bayi, sehingga Polres Madina langsung menindaklanjuti temuan tersebut,” kata AKP Tri Boy, Sabtu (13/6/2026).
Dari hasil pendalaman tim penyidik, terungkap bahwa cerita penemuan atau penitipan bayi tersebut hanyalah skenario palsu. Perempuan berinisial N (19) yang awalnya mengaku dititipi bayi oleh temannya, ternyata merupakan ibu kandung dari bayi tersebut.
“N akhirnya mengaku bahwasanya dia adalah ibu kandung dari bayi tersebut. Namun, saat ini kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait perkaranya,” tambah Tri Boy.
Kepala Desa Salambue, Sabaruddin, membeberkan bahwa pihak desa pertama kali mendapat informasi ini dari laporan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pada Rabu (11/6/2026). Anggota BPD tersebut menerima aduan dari ayah N yang menyebut ada bayi titipan di rumah mereka.
Pasca-menerima laporan, Kades langsung berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas Desa Salambue. Berdasarkan koordinasi tersebut, Kades diarahkan untuk segera menghubungi Unit PPA Polres Madina atau Dinas Sosial.
“Malam itu juga saya langsung telepon Ibu Kabid yang membidangi anak di Dinas Sosial. Keesokan siangnya, tim Dinas Sosial datang ke rumah orang tua N dan langsung mengevakuasi bayi tersebut ke rumah sakit karena kondisinya dinilai kurang sehat akibat lahir prematur (kurang bulan),” jelas Sabaruddin.
Sabaruddin juga menambahkan bahwa dirinya telah memberikan keterangan di Unit PPA Sat Reskrim Polres Madina. Ia menegaskan tidak mengetahui secara detail kondisi kehamilan warganya sebelum kasus ini mencuat.
“Tidak mungkin saya memantau kondisi setiap warga satu per satu, karena wilayah desa ini cukup luas,” terangnya.
Nahas, bayi yang sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Panyabungan sejak Kamis malam tersebut tidak dapat tertolong.
Kondisi kesehatan bayi yang terus memburuk akibat lahir prematur membuatnya mengembuskan napas terakhir pada Jumat pagi. Pihak kepolisian saat ini masih terus mendalami motif di balik rekayasa yang dilakukan oleh N. (FAN)












