RANTO BAEK, – pengguna jalan lintas perbatasan Sumut dengan Sumbar mengeluh karena jembatan tepatnya di Desa Sampuran Kecamatan Ranto Baek Kabupaten Madina tidak selesai diperbaiki dan kondisinya membahayakan. Terlebih saat ini arus mudik sedang berlangsung.
Keluhan disampaikan Gundur (38) warga Ranto Baek kepada MohgaNews, Sabtu (30/4/2022)
Ia menyebut, kerusakan jembatan itu dikarenakan petugas perbaikan tidak serius mengerjakannya.
“Kondisinya membahayakan pengguna jalan terlebih bagi pemudik. Malu kita melihat kondisi ini, pengerjaannya tidak serius, harusnya ini (perbaikan) sudah tuntas sebelum lebaran, tapi nyatanya tidak selesai,” katanya
Senada disebutkan Camat Ranto Baek, Ahmad Sopian. Ia mengatakan perbaikan jembatan tersebut seharusnya sudah selesai dikerjakan sebelum lebaran
“Kita sudah panggil pihak penanggungjawabnya, dari pemerintah Sumut, mereka kemarin berjanji ini selesai dikerjakan sebelum lebaran,” kata Sopian
Sopian mengaku saat ini tidak ada lagi pekerja yang mengerjakan perbaikan jembatan tersebut. Padahal perbaikan jembatan ini sudah melibatkan pihak swasta yang bersedia membantu mempercepat perbaikannya
“Pengerjaannya telah berhenti, petugasnya tak ada lagi di situ, mungkin karena mereka libur lebaran. Tapi yang pasti kondisinya sekarang masih rusak, dan di lokasi juga hanya ada material seperti kerikil atau sirtu.
“Kemarin sudah sempat dibantu PT Sago meminjamkan besi pelat agar tetap mudah dilalui pengguna jalan,” ungkapnya.
Kondisi ini juga dikeluhkan pemudik yang melewati jembatan Desa Sampuran. Kendaraan harus bergantian lewat karena tidak memungkinkan untuk kendaraan mobil berpapasan. (MN-14)









