Pemkab Madina Kawal Hak Pendidikan 4 Anak di Pidoli Dolok

MADINA – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) bergerak cepat memastikan empat anak yang sempat putus sekolah di Kelurahan Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, mendapatkan hak pendidikan mereka kembali serta terpenuhi kebutuhan dasarnya.

Kepastian ini disampaikan Kepala Bidang Perlindungan dan Hak Anak Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Madina, Reni, usai menerjunkan tim gabungan bersama Dinas Pendidikan (Disdik) ke kediaman keluarga korban untuk melakukan asesmen menyeluruh.

“Berdasarkan hasil wawancara, orang tua keempat anak menyampaikan keinginan kuat agar putra-putrinya bisa kembali bersekolah. Kami akan mengawal penuh agar hak pendidikan mereka terpenuhi,” tegas Reni di Panyabungan, Senin (31/8/2026).

Anak-anak dari pasangan suami istri berinisial PY dan MJ tersebut diketahui telah berhenti mengecap pendidikan sejak tahun 2020. Faktor keterbatasan ekonomi serta mobilitas domisili yang kerap berpindah-pindah akibat ketiadaan pekerjaan tetap orang tua menjadi penyebab utama terhentinya akses sekolah mereka.

Saat ini, orang tua mereka hanya mengandalkan pendapatan dari menjaga warung sekitar Rp60.000 per hari, yang dialokasikan sepenuhnya untuk kebutuhan dasar sehari-hari.

Menanggapi kondisi ini, Dinsos P3A Madina akan berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar keluarga, sementara Dinas Pendidikan memfasilitasi administrasi dan teknis pendaftaran sekolah agar anak-anak tersebut dapat segera kembali ke bangku kelas.

Kasus putus sekolah ini mendapat perhatian serius dari Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution. Bupati menginstruksikan seluruh dinas terkait untuk memperkuat koordinasi dan validasi data agar intervensi pemerintah daerah tepat sasaran.

“Jika terbukti keluarga tidak mampu, pemerintah wajib hadir mencari solusi melalui bantuan sosial maupun penyediaan beasiswa,” ujar Saipullah.

Bupati menegaskan bahwa langkah sinergis antar-organisasi perangkat daerah (OPD) ini bertujuan memastikan keempat anak tersebut bisa kembali belajar dan meraih masa depan yang setara dengan anak-anak seusianya di Madina. (FAN)

News Feed