MADINA, Mohga – Pemerintah Kabupaten Madina mengadakan pasar pangan murah bertempat di depan kawasan Madina Square Pasar Lama Panyabungan, Kamis (2/3/2023)
Pasar pangan murah ini berlangsung selama dua hari atau berakhir sampai Jumat (3/3/2023) besok.
Pasar pangan murah tersebut menjual komoditi beras jenis medium kualitas premium. Beras kualitas bagus itu dijual Rp 9.900 perkilogram. Untuk persak beras tersebut seberat 5 kilogram.
Pantauan MohgaNews pasar pangan murah dibuka pukul 9.00 Wib pagi, berlangsung kurang lebih dua jam beras sebanyak 7 ton yang disediakan habis terjual.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Madina Taufik Zulhendra mengatakan pasar pangan murah tersebut akan berlangsung selama dua hari yakni Kamis hingga Jum’at. Hari kedua lapak pasar pangan murah rencananya dibuka di Pasar Jonjong, Kelurahan Panyabungan II.
“Hari ini 7 ton di Pasar Lama Panyabungan, Alhamdulillah saya lihat warga sangat antusias melihat harga beras saat ini yang cukup tinggi mencapai Rp 13 ribu perkilo. Hari ini kita jual Rp. 9.900 perkilo,” katanya.
Taufik menjelaskan, pasar pangan murah tersebut diadakan karena harga beras premium yang cukup mahal di pasar serta hasil panen beras di Kabupaten Madina menurun.
Untuk itu Pemerintah Kabupaten Madina, kata dia, menjalin kerjasama dengan badan pangan nasional dan bulog perwakilan Kota Padang Sidempuan.
“Program ini datangnya dari badan pangan nasional, lalu kami (Ketapang-red) bekerja sama dengan Bulog untuk kita adakan gelar pangan murah. Hari ini 7 ton, besok juga 7 ton akan kita turunkan di Pasar Jonjong,” imbuhnya.
Mantan Kadis Pertanian Madina ini menyebut bahwasa beras murah tersebut boleh dibeli masyarakat luas. Pihak kelurahan atau desa kemarin sudah diperintahkan untuk menginformasikan kepada masing-masing warganya.
“Memang yang disampaikan kemarin oleh lurah atau kepala desa adalah masyarakat menengah ke bawah. Tapi memang kalau ada masyarakat yang datang, ini hanya kita batasi 4 sak atau 20 kilogram per keluarga,” jelasnya.
Terakhir, Kadis Ketapang menyebut apabila masyarakat Madina masih membutuhkan gelar pangan murah, pihaknya akan terus berupaya melakukan, misalnya seperti pada bulan suci Ramadan mendatang.
Yusni (45) warga Banjar Kobun, Kelurahan Panyabungan II yang ikut serta antrean membeli beras murah mengaku akan membeli sebanyak 5 Kilogram saja. Beras tersebut akan digunakan untuk bahan pangan keluarnya di rumah.
“Untuk dikonsumsi, bukan dijual lagi. Mumpung murah, saya sabar nunggu antrean panjang. Lumayan harganya beda jauh dari harga pasaran saat ini,” ungkapnya.
Warga lainnya bernama Fuad Nasution dilihat memborong beras sebanyak 4 sak atau setara dengan 20 kilogram. Pria 58 tahun itu mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memfasilitasi pasar pangan murah tersebut.
“Saya ambil 4 sak sesuai batas aturan. Tadi hanya bawa KTP selanjutnya bayar dengan uang cash. Terima kasih Pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati, kami harap pasar murah ini terus berkelanjutan,” ujarnya. (MN-08)











