Pasukan Puan Maharani di Mandailing Natal Diteror Orang Tak Dikenal

0
1057

PANYABUNGAN, – Ketua Gema Perjuangan Maharani Nusantara (GPMN) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Azanul Akbar Panjaitan menerima pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp berisi pengancaman berbahasa daerah Mandailing. Nada pengancaman itu diterimanya dari nomor tidak dikenal

“Nangkon magoso tu ilalaho namangarebuti gambari amanta, sanga sego parlaomu ancogoton (Jangan terlalu heboh kau meributi gambar itu bapak. Besok tidak bagus jalan mu),” isi pesan whatsapp dengan nomor 08381478xxxx yang diterima Akbar Panjaitan yang nota benenya organisasi sayap pendukung Ketua DPR RI, Puan Maharani itu.

Kuat dugaan, pengancaman melalui pesan singkat ini akibat laporan Ketua GPMN ke Polres Madina tentang pelecehan lambang negara melalui pemasangan lambang burung garuda menoleh ke kiri pada topi Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi yang sudah terpasang di kantor instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madina, dan dikabarkan foto yang salah tersebut sudah menyebar ke kantor pemerintahan hingga tingkat desa dan sekolah

“Saya sudah masukkan laporan ke Polres Madina tanggal 8 September kemarin,” kata Azanul Akbar Panjaitan, Sabtu (11/9/2021).

Diterangkan, foto lambang kepala garuda itu mengarah ke kiri, sehingga bertentangan dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 66 tahun 1951 tentang Lambang Negara pasal 1 ayat 1 yang menyatakan lambang negara kepala burung garuda mengarah ke kanan yang mengartikan kebaikan.

Kemudian, kata Akbar, pengaduan itu merupakan sebuah bentuk Pembelaan dan penghormatan kepada para pejuang Indonesia yang telah berjuang mempertaruhkan nyawa untuk kemerdekaan Negara Republik Indonesia dari tangan penjajah.

“Kami tidak pernah gentar atas hal ini. Bahkan, akibat datangnya teror tersebut membuat saya semakin cepat membuat pengaduan terkait pelecehan terhadap lambang negara itu. Saya menilai ini sudah menjadi kewajiban bagi Rakyat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk membelanya,” tegasnya.

“Dan, apabila dalam waktu dekat laporan kita di Polres tidak ada perkembangan atau kurang ditanggapi, kita akan membuat aksi unjukrasa meminta polres Madina agar memproses laporan kita tersebut” tutup Akbar.

Diketahui, laporan GPMN yang sudah dimasukkan ke Polres Madina bernomor 0121/GPMN/MN/IX/2021 ditandatangani Ketua GPMN Madina, Azanul Akbar Panjaitan, Sekretaris Ahmad Fauzi dan diterima oleh Kasium, Aiptu Armen. (MN-08)