Mengunjungi Rumah Opung Wapres RI, H Adam Malik Batubara di Kotanopan

KOTANOPAN, – siapa yang tidak kenal dengan almarhum H. Adam Malik Batubara. Beberapa jabatan penting di negara ini sudah di embannya. Mulai dari Menteri Luar Negeri beberapa priode, Ketua Majelis Umum PBB sampai dengan Wakil Presiden Republik Indonesia ke tiga.

Mantan politikus dan mantan Jurnalis ini lahir di Pematang Siantar 22 Juli 1917 dan meninggal 5 September 1984 di Bandung. Beliau merupakan anak ketiga dari sepuluh bersaudara dari pasangan Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis yang berprofesi sebagai pedagang di Pematang Siantar.

Namun mungkin sedikit yang tahu, kalau ayah Adam Malik yaitu Abdul Malik Batubara dan ibunya Salamah Lubis berasal dari Hutapungkut Julu Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal.

Semasa kecil Adam Malik Batubara, beliau sering datang ke Hutapungkut di bawa ayah tercintanya untuk melihat opungnya yang bergelar Jabangli.

Informasi ini di dapat dari Nur Aisyah (84), selaku sepupu Adam Malik yang saat ini menempati rumah Opung Adam Malik saat menerima kunjungan Mayjen TNI ( Purn ) Syafi,i Nasution bersama Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi dan keluarga lainnya di Desa Hutapungkut Julu, Sabtu (25/12) sore.

Nur Aisyah menjelaskan kalau dirinya sempat selama lima tahun menjaga ibu Adam Malik Batubara saat sakit di Jakarta. Saat itu, kalau tidak ada tugas luar negeri, Adam Malik hampir setiap hari datang menjenguk ibunya. Walaupun ada perawat di rumah, namun Adam Malik dan ibunya lebih suka di rawat olehnya.

Seingatnya, saat kecil dulu Adam Malik Batubara sering di bawa ayah pulang dari Pematang Siantar ke Hutapungkut ini untuk melihat opungnya.

Namun setelah beliau menjadi pejabat negara, seingat Nur Aisyah, Adam Malik pulang tiga kali ke Hutapungkut, yaitu dua kali saat beliau menjabat Menteri Luar Negeri dan satu kali saat menjabat Wakil Presiden Republik Indonesia.

Terkait berapa lama dan bagimana kifrah Adam Malik Batubara di Hutapungkut dan di Kotanopan semasa mudanya, Nur Aisyah tidak banyak tahu. Seingatnya, kedatangan Adam Malik Batubara ke Hutapungkut hanya sebatas kunjungan keluarga karena ayah dan ibunya berasal dari Hutapungkut.

Ketika coba tanyakan juga kepada tokoh-tokoh masyarakat di Hutapungkut, namun tidak ada yang tahu secara pasti apakah ada aktivitas Adam Malik semasa mudanya di Hutapungkut. Setahu mereka hanya ayah Adam Malik dan Ibunya berasal dari Hutapungkut.

Saat silaturrahmi, baik Mayjen TNI ( Purn) Syafi,i Nasution dan AKBP Horas Tua Silalahi sempat melihat poto-poto Adam Malik yang di pajang di rumah tersebut. Begitu juga poto-poto dalam album yang tersedia di atas meja. Dalam kesempatan itu juga, keluarga AKBP Horas Tua Silalahi memberikan bingkisan kepada Nur Aisyah.

Kunjungan AKBP Horas Tua Silalahi bersama keluarga ke kampung Adam Malik Batubara itu juga di damping Kapolsek Kotanopan Iptu Budi Sihombing, SH dan personil Polsek lainnya. Rombongan diterima Kepala Desa Hutapungkut Julu Parlaungan dan Kepala Desa Hutapungkut Jae Bahren Lubis dan keluarga H. Adam Malik yang ada di desa itu.

Selain mengunjungi rumah Opung Adam Malik, diakhir masa jabatannya sebagai Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi bersama keluarga juga kerkesempatan bersilaturrahmi ke rumah tempat lahirnya Jenderal Besar Abdul Haris Nasution di Desa Hutapungkut Jae Kecamatan Kotanopan.

Kepada keluarga Horas Tua Silalahi, keluarga Abdul Haris Nasution dan Kepala Desa Hutapungkut Jae, Bahren Lubis menjelaskan sejarah rumah tempat lahirnya Abdul Haris Nasution sampai ia berangkat sekolah ke Bukit Tinggi.

Begitu juga dengan kondisi rumah yang berdiri cukup serderhana yang terbuat dari papan serta poto-poto yang di pajang di dalam rumah tersebut.

“Dari rumah panggung yang sederhana inilah 103 tahun lalu lahir seorang Jenderal besar yang kifrahnya bukan saja di akui di Indonesia, tapi juga dunia internasional. Dari pajangan poto-poto yang ada dan dari kepribadian beliau, tercermin kehidupan yang sederhana, agamais dan jauh dari kemewahan. Sampai meninggal, beliau tidak meninggalkan harta kekayaan untuk keluarganya”, ujar Bahren Lubis ketika menyambut rombongan itu. (MN-10)