Masruroh, Anak Piatu yang Membanggakan: Ditinggal Orang Tua Sejak Bayi

MADINA, Mohga – namanya Masruroh, salah seorang murid berprestasi di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Kelurahan Kayu Jati Kecamatan Panyabungan Kabupaten Madina kembali meraih prestasi di sekolahnya.

Masruroh saat ini duduk di kelas III MDTA dan kelas V di Sekolah Dasar Negeri di Kayu Jati. Semenjak masih berusia dua tahun ibunda Masruroh sudah dipanggil yang Maha Kuasa. Sejak itu pula dia menyandang statua anak piatu. Ia sejak dua tahun diasuh Bouknya (adik ayahnya) karena ayahnya sendiri sudah menikah lagi. Bouknya mengasuh Masruroh karena tidak memiliki keturunan.

Karena prestasinya baik di SD maupun di MDTA, banyak kalangan orang tua khususnya kaum ibu yang merasa terharu karena Masruroh selalu tampil di panggung juara.

“Anak itu pintar selalu juara, anak yang patut dicontoh, walaupun tidak tinggal bersama orang tua tapi semangat belajarnya sangat bagus,” ujar salah seorang ibu yang turut hadir pada pengumuman itu, Sabtu (24/6/2023)

Elli, Bouk atau bibi Masruroh yang merawatnya mulai bayi mengatakan keponakannya itu selalu membanggakan, bukan hanya prestasi di sekolah tapi kehidupan sehari-harinya pun pantas membuat orang tua bangga.

“Selalu mendapat rangking. Sering rangking 1 dari kelas 1 SD sampai kelas 5. MDTA juga alhamdulillah selalu mendapatkan juara,” ujarnya.

Elli yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pernak pakaian ini berharap prestasi dari kemenakannya itu dapat terus dipertahankan dan bisa ditingkatkan.

“Yang paling saya harapkan yaitu agar anak ini bisa tetap sekolah kalau bisa sampai kuliah. Saya juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk itu. Jangan sampai prestasinya terkubur karena masalah ekonomi. Saya juga berharap pemerintah mau melirik kondisi kami. Karena saya juga takut tidak bisa menyekolahkan Masruroh sampai ke sekolah tinggi nanti karena penghasilan kami pas-pasan,” harapnya dengan tatapan berkaca-kaca.

Ketika namanya dipanggil sebagai juara umum, Masruroh beserta bibi nya tampak tak kuasa membendung luapan air mata. (MN-07)