MADINA, Mohga – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menghadiri acara pemberian makanan tambahan bagi bayi lima tahun (balita) stunting melalui program Bapak/Bunda Asuh Stunting (BAS) di Desa Huta Bargot Nauli Kecamatan Huta Bargot pada Kamis (19/10/2023).
Pantauan wartawan, acara tampak dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur forkopimcam, kepala puskesmas dan sejumlah kepala desa.
Agenda tersebut merupakan bagian dari program penurunan angka stunting dalam rangka menindaklanjuti Perpres No.72 Tahun 2021, dan Peraturan BKKBN No. 12 Tahun 2021 serta Surat Edaran Bupati Madina No. 470.479/2156/DPPKB/2023 tentang percepatan penurunan stunting melalui dukungan OPD Madina. Hal itu disampaikan Plt. Kepala Dinas PPKB, Elfi Maryani, S.KM, M.KM dalam laporannya.
“Untuk sasaran kegiatan, yaitu sebanyak 25 orang balita stunting dan beresiko. Bantuan BAS diserahkan kepada PKK Desa Huta Bargot Nauli untuk disalurkan kepada keluarga yang ditargetkan dalam bentuk makanan yang bergizi,” sebut Elfi.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Atika Azmi mengungkapkan pentingnya gerakan penurunan stunting karena jaringan otak anak hanya akan terselamatkan jika anak masih berusia di bawah dua tahun.
“Stunting ini kalau untuk anak kecil, kita hanya bisa menyelamatkan jaringan otaknya sehingga tidak menjadi beban keluarga hanya sampai anak usia dua tahun. Kemudian ada juga pencegahan pada masa kehamilan, makanya sekarang ada penyuluhan kepada calon pengantin. Makanya di seribu HPK (Hari Pertama Kehidupan) bayi ini perlu diberikan nutrisi yang baik,” terang Atika.
Atika juga sempat menyampaikan tanggapan atas kemungkinan pertanyaan kenapa pemerintah daerah lebih fokus ke urusan stunting dari pada peningkatan harga komoditas karet.
“Kenapa mesti hal itu yang diurus pemerintah? Kenapa tidak mengurus agar harga getah karet meningkat? Saya sampaikan, karena soal harga getah karet bukan kewenangan kami, itu kewenangan pemerintah pusat, dalam hal ini menteri. Atau doakan saja saya jadi menteri,” gurau Atika yang disambut senyum dan tawa masyarakat.
“Nah, sekarang PR yang sudah di depan mata adalah menyelamatkan masa depan anak anak kita, agar tumbuh kembangnya baik, perkembangan otaknya juga baik,” katanya mengalhiri.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis akta kelahiran kepada balita stunting dan beresiko di Desa Huta Barhot Nauli, penyerahan buku panduan memasak lezat dan bergizi yang diterima oleh Camat Huta Bargot Miswar Husin Pulungan serta diakhiri dengan demonstrasi cara memasak makanan lezat dan bergizi. (MN-07)









