MADINA, Mohga – kontingen Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berhasil meraih 14 medali dari beberapa cabang olahraga pada pekan olahraga Provinsi Sumut (Porprovsu) tahun 2022 yang diselenggarakan di Kota Medan
Dengan capaian medali tersebut menempatkan Kabupaten Madina berada pada peringkat 18 dari kabupaten kota yang ada di Sumut. 14 medali yang diraih meliputi 3 medali emas, 1 perak dan 10 perunggu
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Madina Miswaruddin Daulay mengucapkan permohonan maaf kepada masyarakat Madina atas pencapaian tersebut
Miswar juga memohon maaf kepada Bupati, HM Ja’far Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati, Atika Azmi Utammi Nasution beserta jajaran karena belum bisa meraih peringkat 15 besar dalam ajang Porprovsu ini.
“Mandailing Natal raih peringkat 18 dari 30 Kabupaten/Kota di Sumut yang mengikuti Porprovsu ini. Segala upaya sudah kita lakukan dalam membina para atlet untuk menghadapi lomba, namun hasilnya masih seperti hari ini. Mohon maaf kami untuk masyarakat Madina dan pemerintah daerah,“ ucapnya.
Namun demikian, Miswar mengaku akan terus melakukan pembinaan dalam pelatihan terhadap para atlet-atlet masa depan. Ke depannya, KONI akan terus berupaya meningkatkan prestasi di beberapa bidang olahraga agar Porprovsu selanjutnya lebih mengukir prestasi yang gemilang.
“Kami tetap meminta dukungan Pemda Madina dalam mencetak para atlet yang berprestasi di bidangnya masing-masing,” ujarnya.
Berdasarkan data peringkat Porprovsu tahun 2019, Kabupaten Madina berada pada posisi 28 tanpa mendapatkan medali emas. Dengan demikian, para atlet di Madina memiliki kemeningkatan khususnya bidang tarung derajat dan seni gerak bertahan.
Dikutip dari Antara, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dalam penutupan Porprovsu 2022 menginginkan kepada pemerintah kabupaten/kota agar mendukung pemerintah dalam mencetak atlet-atlet bertalenta. Hal ini guna mendukung sukses prestasi bagi kontingen Sumut pada PON 2024.
“Apabila ada kepedulian dari kabupaten dan kota. Saya berharap ada getaran jiwa dan hati untuk para pimpinan-pimpinan di kabupaten dan kota untuk menyiapkan kegiatan kehormatan yang paling hebat yaitu menyiapkan atlet untuk PON 2024 di Sumut dan Aceh,” tegasnya.
Tidak hanya menunggu respon positif dari pemerintah kabupaten dan kota, Edy secara khusus juga menginstruksikan kepada jajaran pengurus KONI Sumut untuk turun langsung ke daerah-daerah dalam hal mencari bibit atlet potensial yang akan menjadi andalan Sumut di PON 2024.
“Kepada Ketua KONI dan jajarannya, terus lakukan evaluasi, kita masih punya waktu. Kita keliling ke Kabupaten dan kota. Kalau bupati dan wali kota tak bisa, tak mau menggerakkan, ketua KONI saya perintahkan untuk datang ke kabupaten dan kota untuk menggerakkan rakyatnya untuk berolahraga sehingga kita punya bibit-bibit atlet yang bisa diharapkan,” jelas Edy. (MN-08/int)












