MADINA – Rencana maskapai Lion Air Group untuk membuka rute penerbangan di Bandara Jenderal Besar Abdul Haris (AH) Nasution, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dipastikan tanpa menggunakan dana subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Hal ini sekaligus meluruskan spekulasi mengenai sumber dana pemerintah daerah untuk menyubsidi tiket pesawat dalam menyambut masuknya maskapai tersebut ke wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).
Penjabat (Pj) Sekdakab Madina, Afrizal, mengungkapkan hasil pertemuan antara Bupati Madina H. Saipullah Nasution dan pemilik Lion Air Group, Rusdi Kirana, di Jakarta pada Selasa (12/5/2026) lalu.
Afrizal menerangkan bahwa pihak maskapai tidak meminta subsidi tiket dalam bentuk uang dari pemerintah daerah.
“Sesuai hasil pembicaraan Pak Bupati dengan pihak Lion Air, mereka tidak meminta subsidi dari kita (Pemda). Menurut RK (Rusdi Kirana), setiap penerbangan dengan pesawat jenis ATR memang berpotensi rugi. Namun, supaya tidak terlalu rugi, pihak maskapai hanya meminta dibantu dalam upaya pemenuhan kecukupan penumpang,” ujar Afrizal.
“Sehingga sampai saat ini kita tidak menganggarkan subsidi tiket pada APBD,” tegasnya.
Kepala Daerah se-Tabagsel Solid Amankan Kuota Penumpang
Menindaklanjuti permintaan pemenuhan okupansi tersebut, para kepala daerah dan Ketua DPRD se-Tabagsel menggelar pertemuan strategis di Kota Padangsidimpuan pada Jumat (22/5/2026).
Pertemuan yang diinisiasi oleh Bupati Madina Saipullah Nasution ini bertujuan untuk membahas konektivitas serta komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan layanan transportasi udara di kawasan tersebut.
Pertemuan tersebut membahas optimalisasi penerbangan perintis di dua bandara sekaligus, yakni Bandara Udara Aek Godang (Padang Lawas Utara) dan Bandara Udara Jenderal Besar AH Nasution (Madina). Targetnya, operasional penerbangan ini dapat diwujudkan pada Juni 2026 mendatang.
“Kami dengan para bupati dan wali kota sepakat untuk mendukung sepenuhnya agar keberlangsungan penerbangan ini berjalan terus dengan kecukupan penumpang,” kata Bupati Saipullah Nasution usai pertemuan.
Ia menambahkan, kesepakatan tersebut telah dituangkan ke dalam notulen resmi untuk segera ditindaklanjuti ke Kementerian Perhubungan dan pihak maskapai. Pemda juga akan gencar melakukan sosialisasi kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholder).
Rencana ini mendapat sambutan hangat dan dukungan penuh dari kepala daerah di wilayah sekitar Tabagsel yang siap berkolaborasi guna memastikan kuota penumpang terpenuhi:
Pj Wali Kota Padangsidimpuan, Letnan Dalimunthe menyatakan komitmennya untuk konsisten mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan transportasi udara di Tabagsel.
Perwakilan Pemkab Padang Lawas Utara, Anwar Beni Hasugian turut menegaskan kesiapan Paluta untuk mendukung eksistensi kedua bandara agar kawasan Tabagsel tidak tertinggal dari kabupaten/kota lain di Indonesia.
Ketua DPRD Padang Lawas, Luat Hasibuan berharap agar Pemkab Madina dan Pemkab Palas serius menindaklanjuti pembukaan jalur transportasi langsung melalui jalur Hapung – Hutatinggi. Jalur ini diprediksi dapat memangkas jarak tempuh antar-kabupaten menuju bandara menjadi kurang dari dua jam.
Pertemuan penting ini turut dihadiri oleh Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis, Ketua DPRD Padangsidimpuan Sri Fitrah Munawaroh, para Kepala Dinas Perhubungan se-Tabagsel, serta Kepala Bandara AH Nasution dan Kepala Bandara Aek Godang. (FAN)












