MADINA – Lingkungan Perkantoran Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dinilai makin rawan terhadap tindak kriminalitas. Dalam kurun waktu sepekan terakhir, sebanyak 10 unit kompresor Air Conditioner (AC) yang merupakan aset daerah dilaporkan raib digondol Orang Tidak Dikenal (OTK).
Aksi pencurian tersebut menyasar sejumlah lokasi strategis di kompleks perkantoran pemkab. Kasus pertama terjadi di Kantor Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) dengan kerugian mencapai 6 unit kompresor. Tak berselang lama, pelaku juga menggasak masing-masing 2 unit kompresor AC di Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Musala Pemkab Madina.
Plt Kepala Dinas Perkim Madina, Muktar Affandi, membenarkan bahwa fasilitas di kantornya telah menjadi sasaran pencurian pada awal Mei 2026 lalu.
“Benar, Kantor Perkim sudah kehilangan kompresor AC sebanyak 6 unit,” ujar Muktar saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Muktar menjelaskan bahwa bagian pengelolaan barang Dinas Perkim telah resmi berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. “Pihak kami sudah membuat Laporan Polisi (LP) ke Polres Madina terkait peristiwa ini,” tegasnya.
Kondisi serupa juga dikonfirmasi oleh Kepala Bagian Umum Setdakab Madina, Yuspan, yang bertanggung jawab atas pengelolaan aset di Musala Pemkab Madina. Ia menyayangkan hilangnya 2 unit kompresor AC berkapasitas 1 PK dan 2 PK di tempat ibadah tersebut.
“Saya tidak menyangka. Niat kita baik, menyediakan AC agar masyarakat atau pegawai yang salat di musala merasa nyaman. Ternyata niat baik itu tidak selalu berbuah manis,” ungkap Yuspan dengan nada kecewa.
Berdasarkan pelacakan tim di lapangan, kompresor di musala tersebut diduga digondol maling pada Sabtu malam, 16 Mei 2026, dan baru diketahui raib pada Senin (18/5/2026) pagi.
Menariknya, Yuspan menduga aksi ini dilakukan oleh komplotan yang berpengalaman atau spesialis di bidangnya. Hal itu terlihat dari rapinya bekas eksekusi di tempat kejadian perkara (TKP).
“Cara pencopotan kabel dari kompresor AC itu terlihat sangat rapi. Kami menduga pelakunya adalah orang yang cukup terlatih, jika dilihat dari metode pemotongan kabel dan pipa pada kompresor,” tambahnya.
Guna mencegah kejadian serupa terulang kembali sekaligus memberikan efek jera, pihak Bagian Umum kini tengah mempertimbangkan untuk segera membawa kasus kehilangan di musala ini ke ranah hukum. (FAN)












