MADINA – Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) H. Erwin Efendi Lubis, SH, meminta kepada seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di Pasar Baru Panyabungan kompak satu suara untuk menempati los baru yang telah dibangun pihak ketiga di lahan milik pemerintah daerah.
Permintaan itu disampaikan Erwin Efendi Lubis disaat menyampaikan pidato pada pengundian nomor kios di Pasar Baru Panyabungan, Rabu (28/1/2026).
Erwin menyampaikan, jika pedagang kompak menempati bangunan los baru, maka roda perekonomian akan semakin bangkit, akses pembeli semakin mudah, dan pasar semakin bersih dan tertata rapi.
“Kuncinya bukan di pemerintahan, tapi adalah di pedagang pasar. Minta tolong bersama-sama sepakat, mudah-mudahan setelah satu lokasi, masyarakat dengan pedagang lebih maksimal untuk melakukan transaksi di pasar,” kata Erwin.
Selain itu, Erwin juga melihat dari sisi pro dan kontra di pasar. Ia meminta agar jangan ada pihak pedagang yang merasa hebat untuk bisa mempengaruhi pedagang lain untuk berjualan ke lokasi lain.
“Jangan masalah anda sendiri pedagang yang lain diajak untuk tidak menempati pasar ini. Hal hal ini agar kita hindari supaya pasar ini dapat maksimal berjalan,” jelas dia.
Erwin berharap dengan adanya los PKL Pasar Baru Panyabungan, perekonomian semakin meningkat dan pasar semakin tertata dengan rapi dan bersih.
“Yang pasti kepada pedagang pasar baru, mari kita jadikan pasar ini menjadi pusat sentral perdagangan yang ada di Madina,” pintanya.
Untuk diketahui, los Pasar Baru Panyabungan yang sudah selesai dibangun berjumlah 712 los. Los ini cukup untuk seluruh pedagang yang saat ini masih berjualan di belakang gedung pasar baru.
Seluruh los tersebut dibangun oleh pihak ketiga dengan memakai lahan milik pemerintah. Ada tiga jenis los yang disediakan untuk PKL dengan tarif sewa Rp 2,8 juta sampai Rp 5 juta pertahun.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Madina Saipullah Nasution juga meminta kepada seluruh PKL agar segera menempati los itu sesudah pengundian nomor paling lama tanggal 2 Februari 2026. (FAN)






