PANYABUNGAN,- Bayi perempuan asal Desa Sikara-kara IV Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) lahir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan pada 15 Agustus kemarin dinyatakan Positif terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Ini kasus pertama di Kabupaten Madina semenjak ada Covid-19
Diketahui, bayi perempuan belum diberi nama tersebut merupakan anak kedua dari pasangan Roza Fati Hulu (25) dan Gatina Ziluhu (28).
Dalam keterangan suami Gatina, sebelum istrinya ditangani oleh tenaga medis di RSU Panyabungan, terlebih dahulu melakukan test swab dan hasilnya positif Covid-19.

“Kami sampai di Rumah Sakit Umum Panyabungan pada Minggu pagi kemarin. Setelah berkoordinasi dengan pihak tenaga medis, istri saya harus ditest swab terlebih dahulu, dari hasilnya istri saya dinyatakan positif. Waktu itu dokter menyarankan usai operasi cesar selesai, istri saya di isolasi selama 4 hari,” pria suku Nias itu kepada MohgaNews, Sabtu (21/8/2021)
Diceritakannya, setelah istrinya selesai melakukan isolasi, pihak tenaga medis kembali memeriksa dan hasilnya sudah negatif.
“Waktu itu saya dikabarkan istri saya sudah membaik, dari hasil test swab kedua, istri saya sudah negatif. Pihak rumah sakit meminta kami pulang, saya kembali menanyakan dimana anak saya, mereka (Tenaga Medis) menjawab tidak bisa dibawa pulang, karena positif covid-19 dan harus menjalani isolasi. Sejak itu sampai sekarang kami tak mau pulang dan memilih menunggu di rumah sakit,” ungkapnya.
Disinggung soal riwayat perjalanannya beberapa saat yang lalu, ayah bayi tersebut mengaku belum pernah ke luar daerah karena pekerjaannya sehari-hari hanya karyawan kebun di PT RMM (perusahaan perkebunan sawit) di daerah Pantai Barat, Madina.
“Tidak ada gejala apapun yang dirasakan istri saya sebelum melahirkan. Dan kami belum pernah ke luar daerah, karena sebagai karyawan di PT RMM tidak bisa kemana-mana,” ujar dia.
Ia juga mengaku kegiatan program vaksinasi di PT RMM sudah diikutinya.
“Saya sudah di vaksin 2 kali bang, namun istri saya belum karena masih hamil,” ucapnya
Direktur RSUD Panyabungan, dr Rusli Pulungan, SP THT kepada MohgaNews membenarkan kejadian tersebut. Ia menerangkan hasil tersebut merujuk dari pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) covid -19 di laboratorium Biomedik Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang Sumatera Barat.
Rusli mengaku, peristiwa tersebut baru ditemukan semenjak ada virus covid-19 di Kabupaten Madina.
Untuk saat ini, dr Rusli melihat kondisi bayi tersebut dalam kondisi baik, sama seperti bayi yang lahir biasanya. Namun, saat ini bayi sedang dirawat di ruang isolasi NICU.
“Ini hari ke 6 sejak bayi dinyatakan positif, dari aturan yang diberlakukan, waktu isolasi berjalan 7 hari lamanya. Berarti besok (Minggu) kita melakukan test ulang,” jelasnya. (MN-08)










