SIABU, – Bupati Mandailing Natal (Madina), Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution meninjau lokasi pertanian warga yang diterjang banjir di Kecamatan Siabu, Jum’at (20/8/2021).
Turut mendampingi, Kepala OPD di Pemkab Madina yang membidangi diantaranya Kepala Dinas Pertanian, PUPR, Perkim, BPBD dan Dinas Sosial. Rombongan Kepala Daerah itu disambut Pimpinan Muspika Kecamatan Siabu termasuk, Camat, Kapolsek dan Danramil.
Pantauan di lapangan, kunjungan Bupati dan rombongan hanya meninjau hamparan sawah Aek Sibontar Kelurahan Simangambat yang diterjang banjir seminggu yang lalu
Dalam keterangannya, Sukhari menyampaikan ada sekitar 50 Hektar pertanian masyarakat di Kelurahan Simangambat mengalami gagal panen. Selain itu, beberapa sawah di desa lainnya juga banyak terancam gagal panen akibat ditimbun air dan material banjir. Seperti di Desa Bonan Dolok dan Lumban Pinasa, luasanya sekitar 200 Hektar sawah.
“Hari ini kita meninjau hamparan sawah terdampak banjir. Tujuannya adalah untuk mencari solusi agar bisa mengambil kebijakan agar tidak terjadi seperti ini lagi. Secepatnya segala permasalahan yang kita temukan di lapangan termasuk perbaikan irigasi sungai akan kita anggarkan di Biaya Tak Terduga (BTT), kita juga menurunkan alat berat exavator sebanyak 4 unit dan mobil dump truck ,” kata Bupati

Selain itu, Bupati menyebut akan memberikan bantuan berupa bibit padi kepada pemilik lahan pertanian yang terdampak gagal panen.
“Selain untuk memperbaiki irigasi sungai yang rusak, sekaligus nantinya akan kita manfaatkan perbaikan jalan sentral pertanian yang mengalami kerusakan. Kemudian bantuan bibit padi juga sudah saya sampaikan kepada Dinas Pertanian untuk membantu warga yang gagal panen,” tambahnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian, Siar Nasution SP mengungkapkan terkait bantuan bibit tersebut akan secepatnya diberikan, namun kepastian waktunya belum bisa ditentukan.
“Yang jelas ini kan baru saja kejadian, pastinya semua berproses. Kita akan bantu bibit masyarakat yang mengalami gagal panen, waktunya belum bisa saya pastikan. Kepada Bupati pun sudah saya sampaikan makanya beliau turun ke lokasi hari ini,” ucap Siar.
Sekadar informasi, dari keterangan Camat Siabu, Ali Himsar Nasution pada Kamis (19/8/2021) kemarin, selain di 3 Desa tersebut, masih ada lahan persawahan warga di Kecamatan Siabu yang mengalami gagal panen. Seperti di Desa Tangga Bosi, 20 hektar sawah warga gagal panen dan Desa Huraba II 30 Hektar. Rata-rata usia tanaman padi tersebut 1 minggu hingga 1 bulan sejak mulai tanam. (MN-08)






