Irwansyah Nasution: Dana Desa Harus Jadi Inkubasi Ekonomi Rakyat

MohgaNews|Madina – pemerhati pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Irwansyah Nasution mengatakan, penggunaan Dana Desa perlu diarahkan untuk hal yang bisa membangkitkan ekonomi masyarakat.

Dana Desa harus bisa jadi Inkubasi usaha dan ekonomi kerakyatan.

Demikian dikatakan Irwansyah saat bincang-bincang dengan MohgaNews, Senin malam (5/7) di Panyabungan.

Ia menyebut, dana yang jumlahnya hampir Rp 400 miliar dikucurkan ke seluruh desa di Kabupaten Madina, sejauh ini belum terlihat manfaatnya untuk pembinaan usaha dan ekonomi masyarakat. Dan, selama ini dana desa peruntukannya masih di seputaran pembangunan infrastruktur jalan di pedesaan.

Irwansyah mengatakan, dengan dana yang lebih kurang Rp 1 miliar perdesa setiap tahun dan sudah berjalan selama empat tahun, itu dinilainya sudah cukup untuk pembangunan infrastruktur.

Selanjutnya, kata Irwansyah. Dana Desa agar difokuskan untuk program pemberdayaan sumber daya alam dan pembinaan sumber daya manusia, serta mengelola usaha rakyat yang dipastikan bisa meningkatkan laju perekonomian masyarakat.

“Selama ini kita perhatikan, dana desa dialokasikan pada bidang infrastruktur jalan dan sarana umum yang diperlukan di pedesaan. Infrastruktur memang faktor penunjang ekonomi, tetapi empat tahun kita kira sudah cukup membangun itu,

“Ke depan, dana desa ini harus dimanfaatkan untuk memacu pergerakan ekonomi rakyat, kepala desa beserta aparatnya harus bisa memfasilitasi bagaimana ekonomi masyarakatnya bisa terbantu dengan alokasi dana desa,” terangnya.

Irwansyah menjelaskan, potensi yang dimiliki pedesaan di Kabupaten Madina cukup luar biasa. Dan, hampir setiap desa memiliki lahan yang bisa dimanfaatkan sebagai sentral perekonomian masyarakat.

Dan, dalam upaya memajukan ekonomi masyarakat di desa, Irwansyah menyebut perlu dilakukan kajian komoditi agribisnis setiap desa.

“Sehingga desa itu bisa jadi inkubasi bisnis masyarakat. Komoditi agribisnis ini harus dilihat dari segi subsistem agribisnis, teknologi budidaya, mekanisme pertanian, teknologi hasil panen, hingga ke tingkat pemasaran,

“masyarakat selaku subjek harus dibimbing mulai dari awal perintisan usaha, teknologi tepat guna untuk jenis usaha mereka, hingga ke pemasaran. Karena bila tak dibimbing, nanti bisa muncul masalah baru, produk-produk yang dihasilkan masyarakat tidak ada pangsa pasarnya. Ini semua harus dikaji dan dilakukan, dan kami sudah memulainya dengan melakukan sosialisasi bersama aparat desa,

Selain berguna untuk memajukan ekonomi rakyat, sambungnya. hal ini nantinya akan mencetak pengusaha baru dari desa.

Karena itu, Irwansyah Nasution menyebut, pemerintahan desa, kecamatan hingga Pemerintah Kabupaten Madina harus sejalan guna mewujudkan dana desa yang berdampak pada kemajuan ekonomi masyarakat daerah. (MN-01)