BMIR Garap Bakat Pelajar Madina Menuju Industri Musik Tanah Air

0
152
Pengurus BMIR Kabupaten Madina, Putra Lubis

MohgaNews|Madina – DPP Barisan Muda Indonesia Raya (BMIR) akan mengadakan silaturahmi nasional yang akan dipusatkan di Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada hari Rabu (7/7)

Silaturahmi Nasional ini rencananya akan dihadiri Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, tokoh politik senior Akbar Tanjung serta sejumlah tokoh nasional, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian yang akan dihadiri Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, dan jajaran pengurus DPP BMIR.

Selain agenda silaturahmi nasional, BMIR juga akan mengukuhkan kepengurusan BMIR Kabupaten Mandailing Natal.

Putra Lubis, pengurus BMIR Kabupaten Madina kepada MohgaNews , Selasa (6/7) mengatakan. Silaturahmi nasional DPP BMIR ini akan dirangkai dengan beberapa agenda berbau seni budaya.

“Silatnas BMIR akan ada penyampaian wawasan kebangsaan kepada kaum millennial oleh beberapa tokoh nasional. Ada pak Akbar Tanjung, dan tokoh yang lain. Tujuannya untuk membangun kembali kebersamaan dan meninggalkan segala bentuk perbedaan dan perpecahan dalam membangun bangsa dan daerah,” kata Putra.

Selain itu, Putra menyebut, silaturahmi nasional BMIR ini akan dirangkai dengan pageralan seni budaya, seperti penampilan gordang sambilan, tarian delapan etnis Sumatera Utara, dan festival suara untuk menjaring maupun menyeleksi putra-putri pelajar dan umum. Dan, festival akan diselenggarakan di Taman Raja Batu komplek perkantoran Paya Loting Desa Parbangunan Panyabungan.

“pesertanya ada dua kategori, yaitu pelajar dan umum. Dan peserta yang diundang perwakilan dari semua kecamatan,” sebutnya.

Kemudian, peserta yang lolos seleksi dalam festival tersebut, kata Putra, akan dibawa nanti sebagai duta Madina di industri musik tanah air.
“Mereka yang lolos untuk tahap awal akan dibawa ke industri rekaman dan seterusnya ke dunia perfilman,” ujarnya.

Untuk itu dia mengharapkan dengan diangkatnya topik kesenian dan budaya ini nantinya dapat mengembalikan pemuda di era digital ini ke pemahaman kebudayaan, karena kebudayaan adalah sebagai perekat kebangsaan sehingga membuat bangsa menjadi tidak terpecah. (MN-01)