Ini Hasil Diagnosa Rumah Sakit Korban Diduga Keracunan H2S

PANYABUNGAN, – Puluhan warga Desa Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan dan Rumah Sakit Umum Permata Madina. Sebagian sudah dipulangkan.

Diduga peristiwa puluhan masyarakat yang tinggal di area proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) mengalami muntah dan pusing akibat menghirup Gas H2S dari perusahaan yang sedang buka sumur AAE-05 pada Minggu (5/3/2022) siang.

Berdasarkan data RSUD Panyabungan mulai dari awal kejadian, pasien yang dirawat berjumlah 36 orang. Sementara di Rumah Sakit Umum Permata Madina 22 orang. Jumlah keseluruhan 58 pasien yang berasal dari Desa Sibanggor Julu.

Namun demikian, sesuai keterangan Direktur RSUD Panyabungan bahwasanya sisa pasien yang mereka rawat hari ini sudah berkurang 13 orang.

“23 orang lagi yang sedang kita rawat. Berdasarkan hasil diagnosa dokter, para korban mengalami sangkaan intoksikasi gas,” ujarnya.

Sementara Humas Rumah Sakit Permata Madina, Ali Mukmin Harahap juga memaparkan hasil diagnosa 22 pasien yang sudah dipulangkan tersebut.

“Tadi malam semua pasien yang kita tangani sudah pulang, mereka hanya berobat jalan dan seluruh biaya pengobatan ditanggu PT SMGP,” imbuhnya.

“Hasil diagnosa dokter yang ke luar tadi pagi dapat kita kategorikan suspek atau sangkaan keracunan. Gejalanya, berdasarkan anamnesis klinis oleh dokter kepada pasien, mereka mengaku pusing, lalu muntah, makanya dokter memberikan sangkaan tersebut,

“Namun, setelah dilakukan pemeriksaan darah di labolatorium, semua pasien normal. Namun untuk memastikan keracunan atau tidak, cek darah saja tidak cukup,” sambungnya.

Terakhir, kata Mukmin, pihak rumah sakit telah mengimbau kepada seluruh pasien yang sudah pulang apabila ada gejala atau kambuh lagi, agar segera berobat ke rumah sakit dan biayanya ditanggung PT SMGP. (MN-08)