Ibu di Madina Minta Polisi Tangkap Suami yang Jual Gelang Bayi demi Sabu

MADINA – Seorang ibu rumah tangga di Desa Lancat, Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), memohon kepolisian segera menangkap suaminya yang kecanduan narkotika jenis sabu. Tindakan nekat sang suami yang menjual perhiasan anak demi barang haram membuat pihak keluarga kehabisan kesabaran.

Korban yang berinisial YN meratapi nasib rumah tangganya akibat perilaku suaminya, AS. Puncak kemarahan YN terjadi saat AS tega merampas gelang emas milik anak bungsu mereka yang masih berusia empat bulan.

“Gelang anak saya dipotong pakai gunting kuku, lalu dijualnya untuk membeli sabu. Anak dan istri ditelantarkan demi sabu. Saya sudah tidak tahan lagi,” ujar YN saat memberikan keterangan, Jumat, 28 Agustus 2026.

Sebelum meminta jalur hukum, YN sempat berupaya menyadarkan suaminya. Pada 2025, ia telah melaporkan perilaku AS ke pihak berwajib. Petugas Polsubsek Simpang Gambir bahkan tercatat sudah tiga kali mendatangi kediaman mereka untuk memberikan teguran dan pembinaan, namun tidak membuahkan hasil.

Kondisi kian memburuk setelah AS diduga mulai terlibat tindak pidana pencurian di lingkungan sekitar untuk memenuhi kebutuhan membeli narkoba. YN bahkan sempat mendatangi langsung lokasi yang disinyalir menjadi tempat transaksi suaminya.

Melihat situasi yang tak kunjung membaik, YN menyatakan ikhlas jika suaminya harus berhadapan dengan hukum dan mendekam di penjara demi masa depan anak-anaknya. Ia berharap Polres Madina segera turun tangan menindak tegas pelaku serta memberantas peredaran sabu di wilayah Linggabayu.

“Harapan saya, diberantaslah yang namanya sabu ini karena dampaknya sangat besar terhadap kami para istri. Seandainya dibantu supaya dilaporkan ke Polres, saya ikhlas karena Allah Ta’ala,” kata YN. (FAN)