PanyabunganI dua minggu terakhir harga bawang merah hasil dari bumi Mandailing Natal (Madina) lebih murah bila dibandingkan dengan bawang merah dari luar daerah.
Seperti penjualan di pasar baru Panyabungan, bawang merah bernama alahan panjang dari Kota Padang Sumatera Barat (Sumbar) terjual mahal dibanding dengan bawang dari Madina yang dijual di daerah sendiri.
Disebutkan Aisyah Nasution (40), pedagang sayuran di pasar baru Panyabungan yang ditemui MohgaNews mengatakan, modal bawang dari Padang lebih tinggi karena kualitas lebih bagus, sedangkan harga bawang dari Madina sangat murah karena kualitas tidak sesuai.
”Bawang merah dari Madina tidak bagus kualitasnya, karena belum sampai 3 bulan sudah dipanen petani, sehingga tidak kering, sedangkan dari Sumbar kualitasnya bagus,” kata Aisyah di Pasar Baru Panyabungan, Jum’at (12/2) sore.
Ia mengungkapkan harga bawang dari Madina beda jauh dibandingkan dari luar daerah.
”Kalau dari Madina, modalnya saya ambil 22 ribu per kilogram, sedangkan dari Sumbar 27 ribu,” tambahnya
Dilokasi yang sama, Ahmad Hanafi (35) mengeluh terkait penjualan di pasar sejak pandemi covid-19.
”Sekarang sudah berat penjualan, banyak sayuran yang busuk karena sepi pelanggan, biasanya sebelum ada virus corona, target penjualan Rp 5 juta perhari, sekarang menurun drastis, cuma beromset Rp 1,5 juta perhari,” tutupnya
Mereka berharap kepada Pemerintah senantiasa memerhatikan nasib para pedagang sambil berdoa agar pandemi covid-19 hilang dari muka bumi agar penjualan kembali stabil. (M-08)






