Kerusakan alam menjadi perhatian yang cukup serius diberbagai wilayah di Indonesia. Peningkatan frekuensi bencana semakin meningkat, kebakaran, tanah longsor, dan banjir bandang adalah bagian dari dampak perubahan iklim dan menurunnya kualitas lingkungan. Kondisi ini seharusnya menjadi alarm bahwa keseimbangan alam semakin rentan akibat aktivitas manusia yang tidak memperhatikan ekosistem lingkungan dan prinsip berkelanjutan. Isu ini menjadi tantangan global yang menuntut keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk pergurusan tinggi. Menjawab tantangan tersebut, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada) Padangsidimpuan terus membangun dan memperkuat komitmen dalam membangun budaya Green Campus melalui pendekatan ekoteologi, yakni paradigma yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan tanggung jawab ekologis. Hal ini salah satu bentuk upaya mendukung terwujudnya Visi UIN Syahada Padangsidimpuan “Menjadi Universitas Islam bertaraf internasional yang memiliki paradigma keilmuan teoantropoekosentris (al-ilahiyah al-insaniyah al-kauniyah) dalam membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas, dan unggul.
Program Green Campus dan Ekoteologi yang diterapkan berakar pada Paradigma al-kauniyah pada Visi UIN Syahada Padangsidimpuan yang dimaknai dengan bentuk kecintaan manusia pada alam semesta dengan cara ikut andil memelihara dan melindunginya. UIN Syahada Padangsidimpuan memiliki komitmen mewujudkan Ekoteologi di lingkungan kampus melalui berbagai program yang bukan hanya berorientasi pada penghijauan kampus, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran spiritual bahwa menjaga alam merupakan bagian dari ibadah dan amanah sebagai khalifah di muka bumi. Komitmen ini sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama RI yang tertuang dalam Keputuasn Menteri Agama (KMA) Nomor 244 Tahun 2025 tentang Program Prioritas Menteri Agama tahun 2025-2029.
Langkah Kongrit yang dilakukan UIN Syahada Padangsidimpuan dalam mewujudkan hal tersebut melalui Deklarasi Gerakan Penanaman 1.000 Pohon yang menjadi simbol komitmen kolektif sivitas akademika UIN Syahada Padangsidimpuan dalam membangun kampus hijau. Deklarasi ini melibatkan pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta berbagai mitra strategis sebagai bagian dari Gerakan Wahana Wakaf Hijau Nusantara. Penanaman seribu pohon tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, melainkan investasi ekologis jangka panjang untuk meningkatkan kualitas lingkungan kampus, memperkuat ruang terbuka hijau, dan mendukung terciptanya kampus yang sehat, nyaman, serta komitmen menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Komitmen pelestarian lingkungan diwujudkan melalui penanaman pohon oleh CPNS, PNS, dan PPPK di lingkungan UIN Syahada Padangsidimpuan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembentukan karakter aparatur sipil negara yang tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. Setiap pohon yang ditanam menjadi simbol dedikasi ASN dalam menjaga keseimbangan antara pengabdian kepada institusi, masyarakat, dan kelestarian alam. Nilai ekoteologi diharapkan menjadi budaya kerja yang melekat pada seluruh pegawai sehingga kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari etos pelayanan public di lingkungan UIN Syahada Padangsidimpuan.
Gerakan Green Campus juga mendapat dukungan aktif dari kalangan mahasiswa. Generasi Baru Indonesia (GenBI) UIN Syahada Padangsidimpuan bersama Lembaga Konservasi Huta Hita Nadenggan menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan melalui berbagai aksi penghijauan, edukasi konservasi, serta kegiatan pelestarian alam. Kolaborasi ini menjadi contoh bahwa sinergi antara organisasi mahasiswa dan komunitas pemerhati lingkungan mampu melahirkan gerakan sosial yang berdampak luas. Selain meningkatkan kualitas lingkungan, kegiatan tersebut juga memperkuat karakter generasi muda yang peduli terhadap keberlanjutan bumi serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Semangat Ekoteologi dan Green Campus semakin menggelora melalui penyelenggaraan Pekan Kreativitas Ekoteologi yang diikuti oleh mahasantri Ma’had Al-Jami’ah. Kegiatan ini memadukan nilai-nilai spiritual Islam dengan kreativitas mahasiswa melalui berbagai lomba dan inovasi berbasis lingkungan, seperti pemanfaatan bahan daur ulang, kampanye gaya hidup ramah lingkungan, dan berbagai karya kreatif bertema pelestarian alam. Pekan kreativitas ini menjadi ruang edukasi yang menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan bagian dari implementasi ajaran Islam yang menempatkan manusia sebagai penjaga bumi.
Dalam Penguatan aspek akademik dan intelektual, UIN Syahada Padangsidimpuan juga menyelenggarakan Seminar Ekoteologi dengan tema “Menumbuhkan Kesadaran Spiritual untuk Keberlanjutan Bumi.” Seminar ini menghadirkan pemikiran bahwa krisis lingkungan tidak hanya disebabkan oleh persoalan teknis, tetapi juga oleh krisis moral dan spiritual manusia. Oleh karena itu, penyelesaian masalah lingkungan harus dimulai dari perubahan cara pandang bahwa alam merupakan amanah Allah SWT yang wajib dijaga. Melalui seminar ini, Sivitas akademika UIN Syahada diajak memahami hubungan harmonis antara manusia, Tuhan, dan alam sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa Green Campus di UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan bukan sekadar konsep penghijauan fisik, melainkan gerakan transformasi budaya akademik yang menanamkan kesadaran ekologis dalam setiap aktivitas tridarma perguruan tinggi. Pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga tata kelola kampus diarahkan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan. Pendekatan ini memperkuat posisi UIN Syahada Padangsidimpuan sebagai perguruan tinggi Islam yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan kepedulian terhadap bumi dalam satu kesatuan yang utuh.
Ke depan, gerakan ekoteologi diharapkan tidak berhenti pada serangkaian kegiatan tahunan, tetapi berkembang menjadi budaya hidup seluruh sivitas akademika. Setiap pohon yang ditanam, setiap sampah yang dipilah, setiap energi yang dihemat, hingga setiap inovasi ramah lingkungan merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan kampus yang hijau, sehat, dan berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi dan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, UIN Syahada Padangsidimpuan terus meneguhkan diri sebagai pelopor kampus hijau berbasis spiritualitas yang memberikan kontribusi nyata bagi masa depan bumi dan generasi mendatang, khusunya di Kota Padangsidimpuan.
Penulis: Esli Zuraidah Siregar, M.Sos






