oleh

Giliran Sungai Batahan Pantai Barat Hancur Karena Tambang Ilegal

-Area-223 Dilihat

MADINA, Mohga – soal tambang emas tanpa izin masih saja jadi polemik di tengah masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Beberapa tahun terakhir, masyarakat Kecamatan Batang Natal dan kecamatan tetangga komplain karena sungai kadung tercemar dan keruh, warga pun tak bisa lagi memanfaatkan sungai untuk MCK (mandi, cuci, kakus) sebagaimana biasanya.

Namun setelah penegak hukum melakukan operasi penertiban hingga penangkapan alat berat excavator yang digunakan penambang, praktek tambang ilegal kini berpindah tempat, dan giliran masyarakat Kecamatan Batahan Kabupaten Madina yang keberatan dikarenakan sungai Batang Batahan kini berubah warna menjadi keruh disebabkan praktek tambang di hulu sungai tepatnya di wilayah Pasaman Barat yang berbatasan dengan wilayah Batahan.

Ada beberapa desa yang merasakan dampak air sungai keruh di wilayah Batahan, yaitu Desa Batu Sondat, Kampung Kapas, dan desa tetangga lainnya. Warga mengeluh karena tak bisa lagi menggunakan air sungai sebagaimana biasanya dari dahulu. Bahkan, untuk banyak warga yang menggunakan air depot isi ulang untuk kebutuhan mandi dan mencuci pakaian.

“Dari dahulu warga kami memanfaatkan sungai untuk kebutuhan MCK. Begitu juga warga desa tetangga, tapi sejak ada tambang di hulu sungai yang sudah masuk wilayah Pasaman Barat, efeknya sama kami sungai keruh dan tak bisa dimanfaatkan lagi, warga mengeluh dan terpaksa membeli air untuk semua kebutuhan rumah tangga,” sebut Zulfikar Nasution, Kepala Desa Batu Sondat kepada mohganewa, Minggu (22/5/2022)

Atas nama masyarakat, sambung Zulfikar, ia memohon kiranya Pemerintah Daerah maupun pemerintah provinsi turun tangan menghentikan praktek tambang yang menyusahkan masyarakat di hilir sungai.

“Sebelum semua semakin rusak, kami berharap sekali pemerintah turun tangan. Warga sangat bergantung pada sungai yang jernih seperti biasanya, bukan seperti sekarang yang sudah kotor dan keruh,” ujarnya

Adi Gusron, warga Batu Sondat turut mengeluhkan pencemaran sungai akibat tambang emas menggunakan excavator ini. Adi khawatir bila tambang ini tak dihentikan bisa mengganggu keselamatan warga

“Kalau hulu sungai sudah hancur karena tambang, kami khawatir binatang buas mendekat ke pemukiman warga. Kami sangat berharap kegiatan tambang yang merusak lingkungan ini secepatnya dihentikan,” harap Adi. (MN-14)