MohgaNews|Madina – DPW Front Pembela Islam Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bersama laskar FPI se Kabupaten Madina ikut bergabung dalam aksi damai penolakan RUU HIP di gedung DPRD Madina, Selasa (7/7/2020)
Ketua FPI Madina H Muhamad Yusuf Batubara bersama Sekretaris H Muhammad Amin Rangkuti pada aksi tersebut mengatakan, Indonesia saat ini tidak dalam keadaan baik. Hal itu disebabkan ada sekelompok orang yang ingin mengubah Pancasila melalui pengusulan RUU HIP yang erat kaitannya dengan PKI yang ingin meronrong Pancasila.
“Kami amat resah dengan RUU HIP ini. Karena itu kami melakukan aksi damai kemari. Bila DPRD Madina tidak mendengar aspirasi kami, maka satu-satunya jalan jihad adalah solusi. Kami siap berjihad di jalan Allah untuk mempertahankan Pancasila,” kata Yusuf Batubara dan Muhammad Amin Rangkuti.
Amin Rangkuti menyampaikan, kedatangan FPI bersama aliansi masyarakat Madina bersatu menolak RUU HIP ke gedung DPRD Madina meminta agar DPRD segera menyurati dan menyampaikan penolakan RUU tersebut ke DPR RI. karena RUU HIP itu akan mengancam Pancasila yang dirumuskan para pahlawan bangsa.
“Kami tidak akan rela Pancasila diganti dengan ekasila atau Trisila maupun sebagainya. Kami juga meminta kepada penegak hukum supaya memproses dan menyeret pihak-pihak yang menginisiasi RUU HIP, karena kami menganggap itu sebagai pelanggaran hukum dan mengingkari TAP MPRS tahun 1966 tentang pembubaran PKI beserta paham-paham mereka,” tambahnya.
Aksi tersebut berjalan damai, dan Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis berjanji dalam seminggu ini ia akan mengirimkan surat penolakan RUU HIP ke Presiden RI dan DPR RI sebagaimana yang diminta masyarakat. (MN-01)










