MADINA – dosen fakultas hukum Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) Sarmadan Pohan SH MH menilai Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) telah melanggar etik terkait pemasangan foto bakal calon gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution pada baliho resmi Pemerintah Kabupaten Madina.
Sarmadan menerangkan, Bobby saat ini masih aktif menjabat Wali Kota Medan dan maju sebagai bakal calon gubernur Sumut tahun 2024, dia menilai Pemkab Madina sudah melanggar etik dan netralitas menggandeng foto tersebut.
Menanggapi terkait jabatan yang dibuat dalam Billboard bahwa Bobby merupakan tokoh muda Tabagsel, Sarmadan menilai itu tidak masuk akal dan tindakan Pemkab Madina itu mengarah ke politik praktis, di mana Bobby secara terang-terangan didukung Pemkab Madina dalam Pilkada yang akan datang.
“Kalau dilihat dari sisi tokoh mudah Tabagsel yang menasional itu bukan hanya Bobby Nasution, masih banyak yang lain. Kenapa harus Bobby Nasution, ini menjadi pertanyaan dan kecurigaan bagi Pemkab Madina dalam hal ini bupati dan wakil bupati,” katanya.
Sarmadan juga menilai, Pemkab Madina dalam perhelatan Pilkada yang akan datang diduga bakal tidak netral. Menurutnya, Pemkab Madina jelas-jelas mempromosikan Bobby Nasution sebagai Calon Gubernur Sumatera Utara.
Hal tersebut, kata Sarmadan juga terjadi di sejumlah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara.
“Kan masih bakal calon, memang dari sisi hukum tidak ada yang melanggar karana belum ada penetapan calon. Tapi, dalam sisi etik, Pemkab Madina sudah melanggar. Masih banyak bakal calon Gubsu lain, kenapa harus Bobby,” terangnya.
Sarmadan berpandangan, Pemkab Madina dalam hal ini pemerintah harus menjunjung tinggi netralitas meskipun tahun politik.
“Pemerintah itu netral dalam artian tidak mendukung salah satu calon dalam pemilu. Mudah-mudahan Madina ini jauh dari tekanan di atas kepentingan pihak tertentu,” ucap Sarmadan yang juga warga Madina itu.
Diberitakan sebelumnya, Pemkab Madina melalui Dinas Kominfo memasang Billboard di sekitar jalan protokol tepatnya di depan rumah pribadi milik Bupati Madina HM Ja’far Sukhairi Nasution.
Billboard ucapan Idul Adha 1445 Hijiriah tersebut tampak baru satu hari dipasang. Terlihat jelas, baliho dibuat atas nama Pemkab Madina ditandai dengan Logo Pemkab Madina, foto bupati, Ketua PKK, dan wakil bupati.
Hingga berita ini dinaikkan, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Madina, Martua Batubara saat dihubungi beberapa kali belum memberikan jawaban soal pendirian baliho tersebut. (FAN)












