MADINA, Mohga – Penelitian tindakan kelas (PTK) sejatinya meningkatkan kualitas pembelajaran dan memiliki pengaruh positif yaitu melahirkan generasi masa depan Mandailing Natal yang cerdas, kritis, unggul dan berkarakter.
Demikian diterangkan Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Madina Miswaruddin Daulay bersama Sekretaris Ahmad Irwandi Nasution MSi lewat siaran pers yang diterima mohganews, Selasa (8/11/2022)
Dalam rangka meningkatkan kualitas Mutu pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal. Program pengembangan keprofesian berkelanjutan ini sangat penting karena guru diharapkan dapat meningkatkan kompetensinya, baik dalam penguasaan materi pembelajaran maupun metode yang tepat pada saat melakukan pembelajaran sehingga peserta didik memahami, menyenangi, berperan aktif dalam pembelajaran.
Ahmad Irwandi menjelaskan, perkembangan dunia pendidikan masa kini, yaitu merdeka belajar kepandaian guru tidak hanya menjelaskan pelajaran dan membuat murid memahami apa yang diajarkan.
“Namun, guru masa kini dituntut untuk meningkatkan profesionalisme secara terus-menerus mengikuti perkembangan zaman,” katanya
Kemudian sertifikasi guru juga merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas guru sehingga pembelajaran di sekolah menjadi berkualitas. Sudah sepantasnya seorang guru bersertifikasi untuk melakukan pengembangan diri sebagai upaya Meningkatkan komitmen dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai tenaga profesional.
“Madina berbenah madina bersyukur, tentu harus digalakkan di setiap bidang kehidupan di kabupaten Mandailing Natal tidak terkecuali pada bidang Pendidikan. Pelaksanaan workshop ini pada prinsipnya, Dewan Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal sebagai upaya mendongkrak semangat peningkatan mutu Pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal yang akhir-akhir jauh tertinggal dari kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara,” jelasnya
Berdasarkan pada kenyataan di atas dirasa perlu kiranya memberikan pelatihan pada guru dalam kaitannya dengan pengembangan keprofesian berkelanjutan yang merupakan sebagai pengembangan profesi guru.
Dewan Pendidikan mengatakan, Kegiatan workshop penelitian tindakan kelas ini direncanakan selama 3 hari on Training dan 6 hari penugasan mandiri di sekolah masing-masing dengan jumlah 90 jam pelajaran menghadirkan pemateri profesional dari kampus Universitas Negeri Medan. Kegiatan ini juga mengundang dua peserta dari setiap satuan pendidikan pada tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Harapan output dari kegiatan ini adalah Perserta bisa menjadi motor penggerak bagi rekan sejawat di satuan pendidikan masing-masing dalam upaya peningkatan proses pembelajaran.
Dewan pendidikan mengajak seluruh lapisan masyarakat kiranya sama-sama mendukung kegiatan workshop PTK tersebut Untuk perbaikan kualitas pendidkan di kabupaten mandailing natal. (MN-01/rel)






