MADINA, Mohga – Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menanggapi terkait polemik penjabat Kepala Desa Siobon Julu Kecamatan Panyabungan
Dapat diketahui, masyarakat Desa Siobon Julu menolak Abdul Aziz sebagai pejabat kepala desa mereka. Warga menilai Abdul Aziz ini tidak layak jadi kepala desa dikarenakan sebelumnya sudah pernah menjabat plt Kades selama 4 tahun di sana.
Meinul menjelaskan, proses penetapan Pj Kades saat ini masih berlangsung. Nama-nama yang diusulkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) masih ditelaah.
“Keberatan warga desa Siobon Julu akan jadi pertimbangan. Tetapi sebaiknya warga desa Siobon Julu menunggu hasil penetapan siapa Pj Kepala Desa yang akan ditetapkan oleh Bupati. Sehingga, setelah ditetapkan apabila tidak berpihak ke masyarakat bisa diadukan keberatan,” ungkap Meinul ketika ditemui wartawan di kantornya, Jumat (24/2/2023).
Meinul menyampaikan, saat ini Dinas PMD sedang melakukan penilaian terhadap calon Pj kepala desa yang disampaikan oleh BPD masing-masing desa.
“Ada 249 desa yang nantinya akan kami tetapkan Pejabat kepala desanya. Langkah ini diambil agar tidak ada kekosongan kepala desa yang masa jabatannya sudah habis,” jelasnya.
Karenanya, Meinul berharap masyarakat baik Desa Siobon Julu maupun desa-desa lain untuk bersabar menunggu. Dia juga mengatakan, satu hari setelah penetapan Pj kepala desa maka evaluasi akan segera dilakukan.
“Evaluasi akan berjalan setelah penetapan Pj. Kepala desa. Jadi jika dalam evaluasi ditemukan keberatan dari masyarakat, maka Pj kepala desa akan segera kita evaluasi,” jelas Meinul.
Diberitakan sebelumnya, baru-bari ini puluhan orang Warga Desa Siobon Julu mendatangi Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Madina, berkaitan dengan keberatan mereka terhadap Abdul Azis Nasution yang akan ditetapkan sebagai Pj. Kepala Desa Siobon Julu.
Namun belakangan ini, beberapa warga setelah pulang dari Kantor PWI, media ini mendapat informasi dari sumber terpercaya bahwasanya seorang warga Siobon Julu inisial Y mendatangi salah satu kaum ibu untuk menyampaikan bahwasanya mereka mau dilaporkan ke Polres Madina.
Isu tersebut belum ditelusuri Media mengingat baru saja diterima dari seseorang yang dipercaya dari Siobon Julu. Beberapa warga yang merasa diancam itu akan kembali menyampaikan keluh kesah mereka lewat media. (MN-08)






