MADINA, Mohga – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Dinas Pertanian Kabupaten melakukan vaksinasi hewan ternak 72 ekor sapi dan kerbau. Vaksin yang digunakan jenis Septicaemia Epizootica (SE)
penyuntikan vaksin dilakukan di Lorong Aek Galoga Desa Pidoli Lombang Kecamatan Panyabungan.
“Yang sudah divaksin 72 ekor, sekaligus pemberian vitamin. Kegiatan ini akan terus berlanjut tujuannya untuk mengurangi penyebaran virus Tagere atau ngorok,” sebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Madina, Siar Nasution kepada mohganews, Kamis (26/1/2023)
Siar menjelaskan sejak penyakit ngorok masuk ke Madina, sapi dan kerbau yang sudah mati berjumlah delapan ekor. Hingga saat ini penyebaran virus tersebut sudah mulai berkurang karena dosis vaksin SE itu berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh pada hewan.
“Petugas di lapangan akan terus melakukan penyuntikan. Saya harap peternak juga cepat melaporkan apabila menemukan tanda-tanda penyakit ngorok, penyuluh kita di lapangan sudah siap siaga,” imbuhnya.
Sementara peternak kerbau dan sapi di Aek Galoga bernama Markum Rais (73) menyebut semenjak penyakit ngorok ia dengar memasuki Madina, belum ada ditemukan tanda-tanda menyerang hewannya tersebut.
Meski demikian beberapa hari yang lalu, Markum mengaku terdahulu menghubungi Dinas Pertanian agar 22 ekor hewan ternaknya itu disuntik vaksin.
“Sebelum virus itu menyebar makanya saya cepat-cepat hubungi rekanan di Dinas Pertanian agar semua hewan ternak ini disuntik. Alhamdulillah hari ini penyuntikan sudah selesai dilakukan,” ujarnya.
Markum Rais mengucapkan terima kasih kepada Bupati Madina, HM Ja’far Sukhairi Nasution dan Kepala Dinas Pertanian atas perhatian yang telah diberikan. (MN-08)






