Calon Bupati Madina Harus Paham Entitas dan Kultur Daerah

0
94
Ali Rahman Nasution (baju biru)

MohgaNews|Madina – tokoh budaya di Mandailing Natal (Madina) Ali Rahman Nasution SH menyebut calon pemimpin di Kabupaten Madina harus memahami entitas dan kultur daerah guna membawa Madina lebih maju dan sejahtera.

Ali Rahman yang juga salah satu tokoh penggagas pemekaran Kabupaten Madina mengatakan, Kabupaten Madina yang sudah berusia 20 tahun masih jauh dari yang diharapkan sesuai cita-cita pemekeran.

“Kondisi sekarang masih sangat jauh dari yang dicita-citakan para tokoh penggagas pemekaran daerah kita. Terutama di bidang ekonomi masyarakat, pemberdayaan Sumber Daya Alam yang perlu lagi digali dan dikembangkan,

“Tentunya, siapapun nanti calon Bupati nya, harus benar-benar memahami entitas dan kultur daerah, agar dia bisa menyusun program jangka pendek, menengah, dan jangka panjang pembangunan daerah,” kata Ali Rahman kepada MohgaNews, Senin (13/8) di Panyabungan.

Abang kandung dari Wali Kota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution ini mejelaskan, secara teritorial, Kabupaten Madina dibagi dalam beberapa zona atau wilayah, yaitu Mandailing Godang, Mandailing Jae, Mandailing Julu, dan Malayu Pesisir.

Dari zonasi tersebut, kata Ali Rahman. Tentu saja sumber penghasilan masyarakatnya berbeda, dan kebijakan program mesti disesuaikan dengan wilayah tersebut.

“Misalnya di Mandailing Jae, sumber penghasilan masyarakatnya dari pertanian, kemudian Mandailing Julu masyarakatnya kebanyakan dari lahan perkebunan, begitu juga dengan wilayah Malayu Pesisir dalam hal ini pantai barat, yang mana masyarakatnya bersumber dari hasil laut,

“Nah, membangun ekonomi masyarakat harus dilihat dari potensi yang ada di wilayahhnya. Bisa kita bayangkan, di Mandailing Jae yang kebanyakan penghasilannya dari pertanian, tetapi lahan pertanian mereka tidak cukup, bagaimana mereka bisa sejahtera bila lahan usaha mereka tidak tersedia, begitulah dengan wilayah yang lain,” katanya.

Kemudian, bakal calon Bupati juga harus bisa menempatkan birokrasinya sesuai dengan kompetensi masing-masing.

“The Right Man on The Right Place, and The Right Man on The Right Job, prinsif ini harus benar-benar dipegang, penempatan pejabat di wilayah dalam hal ini Camat, harus menempatkan orang-orang yang kafabel dan sesuai dengan basic kompetensi dan keilmuannya. Bila bekas guru tiba-tiba dijadikan camat, ini kan nanti jadi blunder, dan dia tidak akan mampu menyahuti permasalahan di wilayahnya,” jelasnya.

Ia menyebut pentingnya penempatan orang berkompeten untuk jabatan birokrasi, hal ini tidak terlepas dari sejarah suksesnya Belanda menguasai Indonesia selama 3,5 abad.

“Kenapa Belanda mampu menguasai kekayaan Indonesia selama 3,5 abad lamanya? Itu dikarenakan mereka mampu menempatkan pejabat keresidenan di wilayah masing-masing. Sehingga orang yang berkompeten itu bisa mengurusi wilayahnya. Prinsif itu harus dipegang, agar siapapun pemimpin Madina ke depan dapat menjalankan kepemimpinannya dengan baik, dan programnya bisa berjalan,” ungkapnya.

Dari beberapa nama bakal calon Bupati dan Wakil Bupati di Pilkada Madina tahun 2020, Ali Rahman menyebut semua punya peluang untuk memenangkan kontestasi Pilkada. Hanya saja, kriteria bakal calon yang pas saat ini adalah figure yang berasal dari unsur pemerintahan.

“Siapa pun bisa mencalonkan diri, bukan hanya putra daerah Madina saja, asal dia warga Negara Indonesia yang cukup syarat bisa saja ikut. Tetapi, daerah kita saat ini memerlukan figur yang menguasai birokrasi pemerintahan. Bukan kita tidak mendukung balon yang berasal dari basic pengusaha, militer, maupun yang lainnya.

“Tetapi, masalah Madina begitu kompleks, birokrasi kita saja masih carut-marut. Bagaimana nanti investasi bisa berjalan baik apabila sistem di Pemerintahan berbelit-belit. Ini salah satu dasar pertimbangannya. Tetapi pada dasarnya setiap putra daerah kita dukung untuk ikut maju, dan harus bisa kita pastikan, putra daerah yang bertempat tinggal di Madina yang lebih menguasasi permasalahan daerah kita.

“Jangan sampai nanti, pada saat pemilihan saja dia tidak punya hak pilih, maksudnya dia masih beralamat di Jakarta, dapat dipastikan memilih dirinya saja tak bisa. Karena itu, bakal calon kita harap benar-benarlah berniat tulus dan ikhlas serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin Madina lima tahun ke depan,” tutup mantan anggota DPRD Madina periode pertama itu. (MN-01)