MADINA, Mohga – Bupati Madina Muhammad Jafar Sukhairi Nasution menyebut aksi blokade PT Rendi Permata Raya yang dilakukan warga Singkuang 1 Kecamatan Muara Batang Gadis, ditunggangi sekelompok orang. Sebab dalam perjalanan aksi ini ada bantuan mengalir kepada masyarakat yang melakukan aksi.
Hal itu ia sampaikan kepada wartawan saat temu pers di aula setdakab, Rabu (29/3/2023)
Ungkapan Sukhairi Nasution ini ditanggapi Ketua Partai Golkar Madina H. Aswin Parinduri juga ketua PDIP Madina Teguh W Hasahatan Nasution.
H. Aswin Parinduri mengatakan aksi penggalangan bantuan yang dilakukan sekelompok orang seperti dimaksud Bupati Madina tersebut berawal dari rasa empati dan prihatin melihat masyarakat menginap berhari-hari di areal perkebunan sebagai aksi menuntut hak plasma yang sudah mereka perjuangkan bertahun-tahun.
“Soal tuduhan aksi warga ini ditunggangi, saya kira kita tanya hati masing-masing saja, apalagi ini sedang ibadah puasa. Sederhana saja, seandainya orangtua kita diposisi itu apa kita biarkan mereka kelaparan? Kita lihat sendiri warga di sana sudah berhari-hari hinga sudah memasuki minggu kedua. Mereka Menginap di bawah tenda di lokasi blokade, mulai dari anak muda hingga lanjut usia ikut menginap di tenda. Mereka meminta belas kasihan agar mendapat perhatian dan bantuan masyarakat,
“Lantas ada kelompok yang membantu mereka, apa salahnya? Saya ikhlas membantu mereka dan hanya mengharap imbalan dari yang Maha Kuasa di bulan penuh berkah ini,” kata H. Aswin
Terpisah, ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madina Teguh W Hasahatan juga turut mengomentari ungkapan Bupati Madina pada konferensi pers hari Rabu kemarin
“Bahwa dalam persoalan ini pemerintah adalah eksekutor bukan mediator. Sebab pemerintah dalam hal ini bupati yang memberikan dan menerbitkan izin lokasi dqn izin usaha perkebunan kepada PT Rendi Permata Raya. Kalau masyarakat minta dari dalam izin sementara perusahaan minta di luar, maka pada point itulah pemerintah memutuskan bukan harus disuruh berpekara ke pangadilan. Rakyat tak punya cukup kemampuan untuk hal itu.
Kedua, bahwa masyarakat Madina memiliki solidaritas, empati dan kepedulian yan tinggi terhadap persoalan kemanusiaan. Untuk Palestina, Rohingya dan sebagainya masyarakat Madina menggalang donasi apalagi bagi masyarakat Singkuang I yang notabene adalah saudara terdekat kita.
Ketiga, bahwa dalam persoalan ini sedikit pun tidak ada tendensi politik dari pihak manapun, ini murni untuk membantu perjuangan masyarakat dalam menuntut hak-hak mereka yang selama ini belum diberikan perusahaan
Kembali ke penggalangan bantuan untuk aksi warga Singkuang. Pantauan mohganews, setelah beberapa hari aksi menginap di bawah tenda yang dilakukan warga Singkuang ini, mereka kehabisan logistik seperti bahan makanan dan kebutuhan lainnya. Safihuddin, selaku Ketua Koperasi Hasil Sawit Bersama sekaligus koordinator aksi warga Singkuang memberitahu ke sejumlah whats app grup yang di dalamnya ada elit politik dan termasuk pejabat pemerintah daerah juga para aktivis sosial. Sekejap permintaan masyarakat Singkuang itu ditanggapi mereka dengan mengirimkan bantuan uang melalui transfer ke rekening ketua koperasi Safihuddin. Bahkan hanya dua hari saja dana terkumpul puluhan juta. (MN-02)






