Bupati Resmikan Layanan Operasi Mata di RSUD Panyabungan

MADINA – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution meresmikan pelayanan operasi mata di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan, Rabu (13/12/2023).

Turut serta mendampingi bupati yaitu Asisten II dr Syarifuddin Nasution, Asisten III Lismulyadi Nasution, Kadis Kesehatan dr. M Faisal Situmorang, Kadis Perhubungan Adi Wardana dan Direktur RSUD Panyabungan dr. Muhammad Rusli Pulungan.

Bupati mengatakan, pelayanan operasi mata di rumah sakit plat merah tersebut merupakan sebuah inovasi yang dinantikan selama ini.

“Ini semua berkah kinerja yang positif dalam membenahi bidang kesehatan oleh Pemkab Madina. Terima kasih saya ucapkan kepada direktur dan jajaran,” kata Sukhairi Nasution.

Kepada warga Kabupaten Madina, bupati mengimbau agar tidak jauh lagi apabila mau berobat mata. RSUD Panyabungan sudah siap memberikan pelayanan terbaik.

Politisi PKB ini juga kembali mengingatkan direktur dan jajarannya. Melayani masyarakat dengan penuh ikhlas dan lembut.

“Tingkatkan pelayanan di rumah sakit ini. Jangan pernah buat sakit hati pasien,” imbuhnya.

Bupati juga menyinggung soal progam UHC yang sudah difinalkan oleh Pemkab Madina tahun 2024 dengan pagu anggaran Rp 46 Miliar.

Awal Januari 2024, progam UHC tersebut bakal mengcover 75 persen warga Madina.

“UHC merupakan komitmen pemerintah Kabupaten Madina dalam memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat. Jadi tahun depan masyarakat sudah di backup oleh jaminan kesehatan gratis dan itu bisa digunakan untuk berobat,” ungkapnya.

“Teruntuk bagi pihak BPJS Kesehatan, saya harap juga kuota operasi mata di RSUD Panyabungan ditambah dalam setiap bulannya,” harap Bupati Madina.

Direktur RSUD Panyabungan M. Rusli Pulungan menambahkan, saat ini jumlah antrean yang mau operasi mata berkisar 130 orang. Namun pada hari pertama ini, masih 10 orang untuk tahan awal.

Ketua Harian Palang Merah Indonesia itu juga menyebut, tenaga medis yang dipakai saat ini adalah bekerja sama dari rumah sakit mata Kota Medan.

“Untuk tenaga medis, karena kita baru mulai kita masih bekerja sama dengan rumah sakit mata dalam beberapa bulan ke depan. Ini kita lakukan supaya perawat kita bisa melaksanakannya. Kalau dokter tidak, kita sudah punya sendiri,” jelasnya. (FAN)