PANYABUNGAN,- Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan rapat penguatan tim vaksinasi Covid-19 untuk menurunkan kembali status level 3 ke level 1.
Rapat penguatan tim Vaksinasi ini sudah dilakukan di pendopo rumah dinas Bupati, Desa Parbangunan pada Minggu (30/10/2021) malam.

Rapat tersebut dipimpin Bupati Madina, Muhammad Jafar Sukhairi Nasution yang juga Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten. Kemudian Wakil Bupati, Atika Azmi Utammi Nasution, Wakapolres Madina, Kompol Agus Maryana, para Asisten dan beberapa Kepala OPD Pemkab Madina.
Turut hadir 4 orang camat yaitu Siabu, Bukit Malintang, Panyabungan Utara, dan Panyabungan. Mereka didampingi para kepala desa di wilayah kecamatan masing-masing.
Dalam keterangannya, Sukhairi Nasution mengatakan rapat tersebut bertujuan untuk mengevaluasi program vaksinasi yang sedang berjalan saat ini di beberapa wilayah di Kabupaten Madina.
Ia menyebut, bukan hanya Madina saja, namun di daerah lain juga terus melakukan upaya penurunan level daerahnya. Bupati mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang bekerja dengan maksimal dalam pencapaian Vaksinasi saat ini sudah masuk angka 33 persen.
Namun, Bupati mengungkapkan bahwa penentuan level sudah dijadwalkan pada tanggal 8 November 2021 mendatang.
“Segala upaya sudah kita lakukan dalam hal pencapaian target Vaksinasi. Misalnya membuat gebyar vaksin berhadiah, namun hasilnya belum juga maksimal. Saya minta untuk kecamatan Bukit Malintang, Siabu, Panyabungan Utara dan Panyabungan harus kita genjot seminggu ini. Kami khawatir, nantinya status kita naik lagi ke level 4, jika demikian, pastinya belajar tatap muka terbatas akan kembali diberhentikan, kasihan anak-anak kita,” ungkap Bupati.
Sementara, Wakil Bupati Atika Azmi Utammi menyampaikan, angka pencapaian Vaksinasi dosis 1 dan dosis 2 dalam seminggu belakangan ini sudah mencapai hasil yang tinggi. Dia berharap kepada Kepala Desa dan Camat agar menjadi garda terdepan.
“Kita jangan berpuas diri dulu. Capaian target Vaksinasi di Kabupaten Madina masih kurang 17 persen lagi. Untuk mencapai ini masih banyak cara yang bisa kita lakukan termasuk melakukan pendekatan terhadap masyarakat, coba kita mulai dengan data, bandingkan yang sudah vaksin dan yang belum vaksin. Kami minta kepada camat agar mengordinir cara yang ini dan laporkan langsung kepada Satgas di Kabupaten,” kata Atika
Atika menyebut kondisi saat ini, faktor penentu level masuk pada capaian vaksinasi pada tingkat lansia.
“Segala upaya akan kita lakukan, lakukan door to door vaksin bagi lansia. Untuk pelajar, kita lakukan pendekatan langsung ke sekolah. Jangan kita pakai cara lama lagi,” sebutnya. (MN-08)






