PANYABUNGAN, – Panglima Daerah Militer I Bukit Barisan, Mayor Jenderal Hasanuddin bersama Kapolda Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Panca Putra Simanjuntak melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pasca penetapan PPKM level 4 untuk Kabupaten Madina, Jumat (10/9/2021)
Usai meninjau pelaksanaan vaksinasi Merdeka di pondok pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Pangdam dan Kapolda mengikuti rapat bersama Bupati Madina, Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution dan forum koordinasi pimpinan daerah di aula Setdakab Madina.
Dalam sambutannya, Bupati Ja’far Sukhairi mengeluhkan situasi daerah setelah penetapan PPKM level 4 di Kabupaten Madina sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri dan instruksi Gubernur Sumut tentang penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19.
“Keputusan Mendagri ini kami terima dengan lapang dada. Kepada seluruh Forkopimda saya minta agar menjalankan fungsinya dengan baik. Dan, perlu saya laporkan pak Kapolda dan Pangdam, konsekuensi PPKM level 4 di Madina kami sudah menepati isi poin-poin larangan tersebut termasuk kembali meliburkan pembelajaran tatap muka terbatas bagi siswa dan siswi. Sebenarnya ini sangat berat kami menerimanya, banyak keluhan orang tua siswa termasuk mereka baru saja membeli seragam sekolah, kini diliburkan kembali. Atas nama Pemkab Madina, kami sangat memohon agar penurunan level 4 ke titik normal butuh bantuan dari Provinsi,” ungkap Sukhari.
Menanggapi keluhan Bupati itu, Kapolda Sumut menjelaskan, untuk menurunkan status level 4 tersebut butuh kesadaran bersama termasuk kerja keras Pemerintah Daerah dalam mengedukasi masyarakat.
Selain itu, kata Panca, tujuan kunjungan mereka bersama Pangdam ke Madina hanya untuk memberikan support dan membantu Pemda Madina untuk melakukan tugas khususnya menangani pandemi covid-19.
“Saat ini Madina masuk PPKM level 4. PPKM ini jangan dijadikan sebuah hal yang menakutkan, tetapi harus diselesaikan secara bersama-sama. Tidak perlu kita cerita penyebabnya lagi, yang perlu kita tangani dengan baik salah satunya melakukan pendataan dengan baik. Kemudian di Madina yang harus diperbaiki tentang testing dan tracking. Testing disini masih rendah dan minat masyarakat untuk mengikuti vaksin juga masih rendah. Itu merupakan penilaian dari pusat yang harus kita dorong,” jelas Panca Putra
Terkait bantuan fasilitas atas permintaan Bupati Madina, Kapolda Sumut mengatakan personel dari Polda secepatnya akan diturunkan dalam rangka membantu tenaga Vaksinator.
“Kami akan bantu dengan cara menurunkan tenaga vaksinator dan besok akan kami turunkan labolatorium mobile dari Polda untuk Le PCR. Saya optimis ini bisa kita selesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya,” ucapnya.
Turut hadir dalam rapat tersebut Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, Kapolres Madina, Dandim 0212/TS, Danrem 023/KS, Ketua DPRD Madina beserta Pimpinan Forkopimda yang dibentuk oleh Bupati bernama tim 7 untuk penanganan covid-19. (MN-08)






