TAMBANGAN, – Tambangan, salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan telah banyak tokoh berpengaruh yang lahir dari kecamatan tersebut. Namun, di kecamatan itu masih ada beberapa desa yang tidak bisa mengakses dan menikmati jaringan internet di tengah era digital yang serba internet saat ini. Bahkan, internet saat ini sudah menjadi kewajiban bagi kalangan pelajar sekolah
Ada beberapa nama tokoh berpengaruh lahir dan berasal dari Tambangan, misalnya HMY Efendi Nasution atau Pendi Keling. Salah satu pendiri dan ketua pertama organisasi Pemuda Pancasila yang dulu berada di barisan terdepan memberangus PKI pada tahun 1965. Pendi Keling juga sekaligus pendiri Himpunan Keluarga Mandailing (HIKMA) Sumut.
Berikutnya Ketua DPRD Mandailing Natal pertama yaitu H Abdurrahman atau H Kolol, juga berasal dari Tambangan Tonga.
Mantan Ketua DPRD Tapsel yang saat ini menjadi Wakil Ketua DPRD Tapsel H Rahmat Nasution juga merupakan orang Tambangan Tonga.
Selanjutnya, eks Ketua Umum FPI KH Shobri Lubis juga berasal dari wilayah Tambangan. Orang tua KH Shobri Lubis berasal dari Rao-rao Dolok. KH Shobri Lubis mempunyai saudara kandung yang saat ini dipercaya sebagai, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yaitu Prof DR Amany Lubis juga berasal dari Rao-rao Dolok.
Sejak zaman era digital masih ada beberapa desa di kecamatan Tambangan yang belum mendapatkan sinyal internet, bahkan jaringan telepon biasa pun sangat susah yaitu desa Tambangan Tonga, Tambangan pasoman, dan Rao Rao lombang.
Disaat pandemi melanda dunia pemerintah menetapkan sekolah lewat daring atau dirumah saja, tentu kebijakan ini sangat memberatkan beberapa anak sekolah di beberapa desa kecamatan tambangan yaitu desa Tambangan Tonga, Tambangan Pasoman , dan Rao Rao Lombang. Untuk mendapatkan jaringan anak sekolah harus menempuh jarak 3 kilometer ke titik lokasi yang ada jaringan bahkan ada yg nekat masuk ke hutan agar mereka tidak ketinggalan pelajaran. Selain menambah pengeluaran kuota internet, orang tua juga harus mengeluarkan ongkos untuk anaknya
Permasalahan jaringan ini sudah dua kali diusulkan oleh warga yaitu pada tahun 2015 dan tahun 2021, namun belum ada tanda tanda pasti ingin dibangun perluasan jaringan
Tim teknisi Telkomsel Padangsidimpuan, Asmuni Munandar kepada MohgaNews mengatakan, pihaknya sudah pernah melakukan survey ke Tambangan. Ia mengaku dilokasi tersebut sudah sangat tepat dibangun tower perluasan jaringan Telkomsel
“Dan Telkomsel Padangsidempuan sudah mengajukan pembutan tower ini dan sudah sampai ke Telkomsel pusat dan masuk tahapan planning status waiting approval dari Jakarta,” ujarnya
Dalam hal ini masyarakat berharap kepada pemerintah Mandailing Natal untuk berperan aktif dalam mengawal dan mempercepat pembangunan tower Telkomsel di Tambangan. (MN-16)






