Apa Tujuan Peninjauan Lahan Pertanian Kekeringan Oleh Wabup Madina Atika?

MADINA – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution dalam beberapa waktu belakangan ini kerap turun ke areal lahan pertanian masyarakat yang mengalami kekeringan di sejumlah tempat di berbagai kecamatan yang ada di Madina.

Lantas apa tujuan utama peninjauan lahan pertanian/sawah tersebut?

Seperti hari ini, Kamis (24/7/2025), Wabup Atika kembali turun ke lahan persawahan masyarakat di Kecamatan Bukit Malintang. Lahan pertanian masyarakat melewati jalan utama yang dibangun oleh perusahaan pertambangan emas PT Sorikmas Mining itu ditaksir mencapai 700 hektare.

Wabup Atika mengatakan, dari 700 hektare lahan pertanian di lokasi itu, sebagian mengalami kekeringan akibat saluran pengairan yang rusak. Maka dari itu, kunjungannya ini bertujuan untuk menentukan langkah perbaikan yang harus dilakukan pemerintah.

“Baik itu solusi sementara maupun penyelesaian untuk jangka panjang,” kata Wabup Madina.

Catatan Mohganews, ini merupakan kali ketiga dalam bulan Juli 2025 Wabup Atika mengecek penyebab sejumlah hamparan sawah di Madina mengalami kekeringan.

Sebelumnya, Atika tercatat dua kali meninjau irigasi dan sawah terdampak di Kecamatan Hutabargot, Kecamatan Panyabungan Utara, dan Kecamatan Nagajuang.

Pada awal Juli 2025, Wabup Atika mengecek beberapa titik irigasi yang tersumbat. Dari peninjauan itu diketahui sekitar 2.885 hektare sawah terancam gagal tanam. Kemudian pada 18 Juli 2025, dia kembali mengunjungi tiga kecamatan tersebut.

Pada kunjungan kedua, Wabup Madina Atika mengungkapkan berdasarkan keterangan petugas irigasi, pengerukan irigasi tak bisa dipaksakan dengan excavator biasa karena berpotensi menyebabkan kerusakan yang lebih berat.

“Alat berat yang bisa digunakan harus jenis long arm, itu yang sekarang belum tersedia di sini. Masih proses, sudah kita minta agar diturunkan oleh pihak BWS,” kata Atika saat itu. (FAN)