MADINA – personel Polres Mandailing Natal (Madina) melewati sungai menggunakan perahu Robin dalam mengawal pergeseran logistik pemilu di wilayah Sulangaling Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Jum’at (16/2/2024).
Di dalam wilayah Sulangaling diketahui berjumlah 4 desa yakni Desa Lubuk Kapundung I dan II, Hutaimbaru dan Ranto Panjang.
Petugas pengamanan (PAM) TPS dari barisan Polri mengawal kotak suara dipimpin Kapolsek MBG AKP Budi Sihombing.
Dalam laporan kapolsek, logistik pemilu untuk seluruh desa yang ada di Kecamatan MBG sudah terkumpul di gudang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) MBG siang tadi pukul 13.00 Wib.
Keterlambatan itu, kata AKP Budi, akibat jarak tempuh dan medan menuju Sulangaling cukup ekstrim. Pihaknya harus melewati sungai sekitar 4 hingga 5 jam menuju Tabuyung menggunakan perahu Robin.
“Mengawal logistik pemilu di MBG cukup sulit. Sebab 4 desa di wilayah Sulangaling harus melewati sungai. Namun Polri tak pernah patah semangat dalam mengawal jalannya pemilu aman dan lancar. Semuanya selesai kita kumpulkan di gudang PPK,” katanya.
Budi menyebut, logistik yang dibawa dari Sulangaling tidak ada yang rusak. Pihaknya terus waspada karena medan yang dilewati cukup rawan ditambah ombak sungai yang cukup kuat.
“Semua logistik dalam keadaan aman sampai gudang PPK,” jelas mantan Kapolsek Kotanopan itu.
Sementara Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh SH SIK menerangkan bahwa anggotanya di lapangan dalam pengawalan pemilu tetap mengutamakan kehati-hatian dalam bertugas.
AKBP Arie Paloh merasa bangga atas kinerja seluruh personel yang telah berkontribusi dalam mengawal pemilu yang aman dan damai di Kabupaten Madina.
“Contohnya di Kecamatan MBG, jalan menuju desa cukup ektrim. Namun itu semua bisa dilewati dengan niat tulus dan ikhlas demi demokrasi yang baik di Indonesia,” ujarnya. (FAN)











