PanyabunganI Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), H Musa Rajekshah menghadiri Opening Ceremony Intermediate training LK II Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mandailing Natal (Madina) Periode 2020-2021 tingkat Nasional bertempat di bagas Godang Pemkab Madina, Selasa (23/2).
Hadir Bupati Madina Drs H Dahlan Hasan Nasution, Wakil Ketua DPRD Sumut, Harun Mustafa Nasution, Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis, Dandim 0212/TS Letkol Roy C Sihombing, Kapolsek Panyabungan, AKP Andi Gustawi mewakili Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi, Kajari Madina, Taufik Djalal MH, Wakil Sekjen PB HMI beserta pimpinan OPD lingkungan Pemkab Kabupaten Madina.
Acara tersebut tetap mematuhi protokol kesehatan yang diakui pemerintah yaitu 3M, menjaga jarak, menyediakan handsanitizer di pintu masuk dan wajib memakai masker.
”Tema terbinanya kader HMI yang mempunyai kemampuan intelektual untuk memetakan peradaban dan memformulasikan gagasan dalam lingkup organisasi”
Dalam sambutannya, Musa Rajekshah menyampaikan mahasiswa sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pembangunan di daerah maupun di Indonesia.
”pertama saya sampaikan kepada sahabat semua khususnya kepada adek-adek para kader HMI bahwa apapun yang kita lakukan, marilah berserah diri kepada Allah SWT. Hari ini saya hadir disini hanyalah untuk membangkitkan kader-kader muda bangsa Indonesia khususnya HMI harus mempunya peran dalam pembangunan,
”orangtua kita Almarhum Lafran Pane mendirikan HMI 5 Februari 1947 di Jogjakarta. Ayah Lafran adalah seorang guru sekaligus seniman Batak Mandailing di Muara Sipongi, Mandailing Natal. Keluarga Lafran merupakan keluarga sastrawan dan seniman, HMI lahir telah memperjuangkan bangsa indonesia dengan cara mempertahankan Pancasila sebagai lambang besar Negara,
”Pada waktu saya menghadiri acara Musda Kahmi Sumut, saya juga menyampaikan kalau waktu bisa diundur, pada saat kuliah dulu harusnya saya masuk ke Organisasi HMI agar menjadi kader, kenapa begitu, saya lihat HMI itu kompak dalam segala hal. Walaupun sudah tidak menjadi mahasiswa, namun masih ada persatuannuya bernama Korps Alumni HMI (Kahmi). Harapan kita HMI ini hadir membawa perubahan. Mahasiswa harus mempunyai peran juga dalam pembangunan di Pemerintahan, bukan hanya berperan menimba ilmu di perguruan tinggi, harus mempunyai idealis yang tinggi tapi tidak semata-mata untuk kepentingan pribadi, tapi kepentingan masyarakat. Sesuatu hal yang kita pikirkan itu tidak berjalan jika tidak ada tindakan. Saya sering berdiskusi bersama beberapa organisasi kemahasiswaan, saya sering menyampaikan bahwa untuk melakukan sesuatu hal, semua itu ada prosesnya dan satu syarat yaitu etika harus diutamakan. Tidak menjadi anarkis pada saat unjuk rasa dan tidak memprovokasi yang berujung ricuh,”Pesan Ketua Partai Golkar Sumut itu.
Sementara Bupati Madina, Drs Dahlan Hasan Nasution menyampaikan kepada Musa Rajekshah bahwa Rahmat Allah yang paling besar di Bumi Gordang sambilan adalah Kepintaran manusianya.
”Ini tidak bisa dipungkiri pak Wakil Gubernur yang saya hormati, di Madina adalah orangnya saya akui pintar-pintar, sebagai contoh dari sejarah, saya ingatkan bahwa Pahlawan Nasional Bidang Pendidikan yaitu Willem Iskandar asli kelahiran Madina, dan Perdana menteri pertama Republik Indonesia adalah dari Madina yaitu Sultan Syahrir, Wakil Presiden pertama diluar orang jawa dari Madina ini juga yaitu Adam Malik Batubara, hanya 3 jenderal besar di Indonesia ini, salah satunya dari Madina yaitu Jenderal Abdul Haris Nasution. Untuk ulama pun sudah banyak dari Madina yang berpengaruh diluar termasuk Syekh Al-mandili,”kata Dahlan Hasan.
Bupati berharap kepada para pemuda ataupun Mahasiswa harus mengikuti jejak para pahlawan bangsa tersebut.
”Mulailah dari sekarang untuk berkarya, jangan menunggu waktu, kejarlah impianmu itu agar kesuksesan semakin dekat. Jika sudah sukses, yang berada diluar Madina, jangan lupa untuk pulang ke kampung halaman, karena disitu tempat kita lahir, disitu juga kita mengabdi agar semua program berjalan,” tandasnya. (MN-08).






