Belum Siap, Rekanan Tinggalkan Pekerjaan Jembatan Gantung di Kotanopan

MohgaNews|Madina – masyarakat lima desa di kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengeluh atas pekerjaan rehab jembatan gantung di desa Hutarimbaru. Pasalnya, jembatan penghubung lima desa itu ditinggalkan rekanan dengan kondisi pekerjaannya belum selesai.
Jembatan gantung tersebut menghubungkan lima desa di Kotanopan, yaitu desa Hutarimbaru, Simandolam, Hutapadang, Gunung Tua, dan desa Muara Potan.

Saat ini, warga merasa terancam menggunakan jembatan tersebut, karena salah melangkah atau mengambil jalan, bisa jatuh ke dasar sungai

Informasi dihimpun MohgaNews, sudah sebulan lebih rekanan tidak melanjutkan pekerjaan rehab jembatan gantung, sementara lantai jembatan sebagian sudah dilepas. Kondisi ini cukup menyulitkan warga, karena jembatan tersebut tidak bisa dilewati lagi. Sehingga warga memasang kembali lantai jembatan agar tetap bisa dilewati kendaraan.

“Sudah lebih sebulan pengerjaannya ditinggalkan, sebagian sudah selesai dikerjakan, tapi sebagian lagi lantai lama yang rusak sudah dilepas, tapi pengerjaannya dihentikan. Jembatan ini sangat penting bagi kami dan desa-desa tetangga, terpaksa warga gotong royong memasang lantai jembatan dengan papan dan kayu yang sudah rusak agar tetap bisa dilewati,” ujar Andri Nasution (32) warga desa Hutarimbaru kepada MohgaNews, Senin (17/9/2018)

Tokoh masyarakat setempat, Dahlan Lubis menerangkan, menurut mereka permasalahan yang menyebabkan rekanan pengerjaan meninggalkan proyek tersebut disebabkan warga yang mengambil kayu dan papan bekas lantai jembatan itu.

Menurutnya, kayu dan papan bekas tersebut untuk disimpan warga dengan kegunaan apabila ada kerusakan, maka kayu dan papan bekas itu nanti yang akan dibuat penambal kerusakan.

“Kabarnya rekanan tidak melanjutkan pengerjaan karena warga mengambil dan menyimpan kayu, papan bekas pengerjaan. Disini kami jelaskan, papan dan kayu bekas itu kami simpan supaya bila nanti terjadi kerusakan, maka itulah yang kami buat sebagai bahan perbaikannya,” sebutnya.

“mereka tidak tanggung jawab, mereka tinggalkan pekerjaan dalam kondisi jembatan tidak bisa dilalui karena lantainya sudah dilepas, warga terpaksa memasang lagi kayu yang sudah usang bekas dijadikan lantai agar tetap bisa dilewati. Jembatan ini sangat penting bagi kehidupan masyarakat, karena ratusan rumah tangga memanfaatkan jembatan ini setiap hari,” terangnya.

Dapat diketahui, jembatan gantung di desa Hutarimbaru dimanfaatkan masyarakat lima desa di Kecamatan Kotanopan, jembatan tersebut sebagai akses menuju pusat pasar kotanopan guna menjual hasil bumi dan hasil pertanian warga setempat.

Saat ini, keselamatan warga terancam bila melewati jembatan tersebut akibat rekanan meninggalkan pengerjaannya. Warga pun berharap, Pemerintah Kabupaten Madina segera menindak rekanan pengerjaan jembatan gantung yang mereka anggap tidak bertanggung jawab itu. (MN-01)