Hari Minggu pekan lalu, jalan protokol Panyabungan, pusat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) riuh. Banyak orang berkumpul. Mulai dari balita hingga orang dewasa. Masyarakat ikut jalan santai dan senam massal, plus undian berhadiah.
Ternyata di sana sedang ada kegiatan Polres Madina dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke 79 yang diperingati setiap tanggal 1 Juli. Kegiatannya beragam, termasuk jalan santai, senam massal dan donor darah.
Jalan protokol Pasar Lama Panyabungan sehari-hari tidak luput dari macet. Belum lagi angkutan umum ngetem di situ. Juru parkir yang kurang respon, tetapi pandangan kali ini berbeda, karena akses jalan jalur dua ditutup polisi dengan adanya kegiatan jalan santai dan senam massal itu. Tidak pernah terjadi. Warga nampak bergembira. Apalagi emak-emak yang beruntung mendapatkan hadiah doorprize dan lucky draw dari panitia.
Selepas kegiatan, Kapolres Madina AKBP Ari Sofandi Paloh mengatakan masyarakat Panyabungan menikmati kegiatan itu. Selama ini tidak ada lapangan yang tersedia untuk melakukan kegiatan massal, yang ada cuma lapangan stadion di Desa Sarak Matua, itu pun jaraknya jauh dari pusat kota.
“Warga berharap kegiatan senam massal ini berlanjut, saya tawarkan bagaimana kalau dibuat Car Free Day. Masyarakat sangat setuju, dan saya bilang akan mengusulkan ini ke Pak Bupati, mudah-mudahan ada sambutan baik,” sebut Ari Paloh.
Car Free Day
Car Free Day atau CFD, adalah kegiatan di mana jalan-jalan tertentu ditutup sementara untuk kendaraan bermotor, sehingga hanya bisa digunakan oleh pejalan kaki, pesepeda, atau pengguna moda transportasi ramah lingkungan lainnya seperti sepeda listrik. Tujuan utama dari Car Free Day adalah untuk mengurangi polusi udara dan suara, serta mendorong gaya hidup sehat.
Kegiatan yang biasa dilakukan pada Car Free Day ini seperti jogging, bersepeda, senam bersama, kuliner atau bazar UMKM, pertunjukan seni, dan ada juga kampanye lingkungan.
CFD ini pertama kali terdengar di Jakarta, jalan Sudirman-Thamrin, pusat ibu kota. Namun belakangan ini dicontoh kota-kota besar seperti Medan, Surabaya, bahkan di daerah, seperti di Kota Padangsidimpuan daerah bertetangga dengan Kabupaten Madina. Padangsidimpuan meluncurkan CFD ini awal tahun 2024 atau sudah lebih setahun yang lalu. CFD ini bertempat di kawasan Halaman Padang Nadimpu, jantung Kota Padangsidimpuan. Di situ pula Alun-alun kota. Setiap hari Minggu ribuan masyarakat berkumpul di sana, mulai dari senam massal, jalan santai, dan ada pula yang sekedar membeli sarapan. Ratusan pedagang berjejer menjajakan dagangannya di pinggir jalan, semua jenis UMKM disajikan, lengkap pula di situ wahana bermain anak-anak. Menariknya lagi, seniman-seniman lokal di Kota Salak itu menyuguhkan hiburan bagi pengunjung. Pulang dari CFD warga berkeringat, riang, dan kenyang.
Ternyata, ribuan masyarakat yang berkumpul itu bukan warga Padangsidimpuan saja. Ada yang dari Madina, Tapsel, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara. Mereka rela merogoh isi kantong memboyong keluarga hanya demi mengikuti CFD. Bayar hotel dan sebagainya.
“Di tempat kita tidak ada Car Free Day, sedangkan anak-anak pengen staycation, bermain. Cuma di Sidimpuan yang ada,” sebut warga Panyabungan yang beberapa kali mengukuti CFD di Padangsidimpuan.
Wacana membuka CFD di Panyabungan pernah muncul sekitar tahun 2012 yang lalu. Ketika itu jabatan Sekda dipegang Muhammad Daud Batubara. Daud berencana Pasar Lama Panyabungan dijadikan CFD khusus hari Minggu. Sehingga semua lapisan masyarakat dapat berkumpul dan berkegiatan bersama. CFD ini membuka peluang ekonomi bagi masyarakat terutama para pelaku UMKM. Rencana saat itu CFD dibuka mulai dari pagi sekitar pukul 5.30 Wib hingga pukul 11.00 Wib siang. Akses jalan ke Pasar Lama Panyabungan ditutup untuk kendaraan bermotor, lalu menempatkan personel Polisi Lalu Lintas untuk merekayasa jalan.
Selain CFD, Pak Sekda saat itu juga berencana menjadikan Taman Kota Panyabungan sebagai lokasi berburu kuliner, khususnya malam hari. Sehingga mengurangi kemacetan lalu lintas di Pusat Kota Panyabungan. Namun rencana baik untuk meningkatkan pola hidup sehat dan menumbuhkan ekonomi masyarakat yang sudah 13 tahun berlalu itu sampai sekarang belum terlaksana.
Hadirnya pemimpin baru di Kabupaten Madina tidak menutup kemungkinan akan melirik gagasan Car Free Day ini. Mengingat Bupati, Saipullah Nasution terbilang pemimpin bertaraf nasional yang hidup di Jakarta dan pernah bertugas di pelbagai kota besar di Indonesia. Pasti banyak pengalaman untuk menghidupkan ekonomi masyarakat, karena ada pepatah bilang “Pengalaman Adalah Maha Guru”, the experience is the best teacher. Tentu semua program dan gagasan bisa terlaksana apabila didukung political will dari semua pihak. Dukungan elit politik, tokoh masyarakat, dan semua pemangku kebijakan.
MUHAMMAD RIDWAN LUBIS
Pemimpin Redaksi






