MADINA, Mohga – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Muhammad Jafar Sukhairi Nasution bersama Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) yang diketuai tokoh nasional Prof DR Todung Mulya Lubis menemui tiga Menteri Kabinet Indonesia Maju di Jakarta pekan lalu.
Kunjungan kerja ini dilakukan dengan tujuan untuk percepatan pembangunan daerah dengan meminta bantuan pemerintah pusat memberikan perhatian lebih untuk Kabupaten Madina
Ketiga menteri yang ditemui yaitu Menteri Koperasi UKM, Teten Masduki. Kemudian Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya.

Melalui pertemuan itu lahir beberapa peluang termasuk soal investasi dan eksplorasi sumber daya alam untuk dikelola demi peningkatan ekonomi masyarakat
Bupati Madina Muhammad Jafar Sukhairi Nasution menyampaikan hasil pertemuan dengan tiga menteri kepada wartawan pada temu pers yang berlangsung di komplek masjid agung Nur Ala Nur Panyabungan, Selasa (20/6/2023)
“Alhamdulillah pertemuan dengan tiga menteri di Jakarta kemarin membawa peluang besar untuk percepatan pembangunan daerah tentu juga untuk kemajuan perekonomian masyarakat. Pertemuan ini berkat bantuan ketua TP2D Bapak Todung Mulya Lubis juga bapak Irwan Daulay juga para tokoh nasional kita yang berada di Jakarta. Ada beberapa kesepakatan yang sudah kita bangun dengan kementerian, dan dalam waktu dekat kesepakatan akan ditindaklanjuti dengan kunjungan tim dari kementerian ke daerah kita. Kalau tidak ada halangan bapak Menteri Kelautan dan Perikanan akhir bulan ini akan berkunjung ke Madina,” ungkap Sukhairi didampingi kepala dinas Kominfo Madina Martua Batubara.
“Salah satu yang kita godok yaitu tentang pembangunan pabrik minyak sawit merah di Madina. Munyak sawit merah sangat baik untuk kesehatan dan diharapkan mampu menekan angka stunting. Untuk anggarannya sekitar 30 miliar dalam bentuk hibah, dan ini khusus untuk kelompok koperasi, bukan perseorangan,” terang Sukhairi.
“Ada juga poin tentang peminjaman dana bergulir oleh koperasi yang dikelola LPDB RI, dimana nilai maksimalnya itu hingga 50 Milyar/ koperasi,” sambungnya lagi.
Selain itu, dalam pertemuannya dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sukhairi juga menyampaikan tentang potensi lobster mutiara sebagai salah satu kekayaan alam Madina.
“Kita bercermin dengan Vietnam yang sekarang sukses dengan budidaya lobster mutiaranya. Beliau (menteri) sangat tertarik dengan gagasan itu. Kita juga diskusi dengan beliau perihal potensi semen. Karena kebutuhan semen sangat tinggi dan akan terus meningkat. Bukan hanya gedung, pembangunan jalan tol banyak menggunakan semen. Terlebih lagi, jika teknologi dan penanganannya tepat, polusi pabrik semen dapat diminimalisir agar tidak mengganggu bagi masyarakat, meski dekat dengan pemukiman. Kita punya potensi tambang semen yang luasanya mencapai ribuan hektar,” terang Sukhairi.
Untuk tindak lanjutnya pertemuan dengan para Menteri di Jakarta, Bupati Madina Sukhairi Nasution mengatakan telah melakukan rapat internal di pemerintah daerah dan sudah diputuskan leading sector-nya Asisten II Setdakab dan beberapa dinas yang akan dikoordinir oleh wakil bupati
“Nanti tim ini akan dibantu saudara Irwan Daulay sebagai selaku salah satu inisiator program ini,” katanya menambahkan.
Terakhir, Sukhairi juga meminta doa dan dukungan masyarakat agar poin kesepakatan tersebut dapat segera terlaksana.
“Semua poin tersebut tentu harus dengan doa dan dukungan dari semua lapisan masyarakat Madina. Kita harus jeli melihat potensi sumber daya dan kita mesti dan membuka diri demi kemajuan daerah,” harapnya.
Berikut ini hasil pertemuan dengan Menteri di Jakarta dan rencana tindak lanjut:
PERTEMUAN DENGAN MENTERI KOPERASI UMKM TETEN MASDUKI.
- Menteri setujui pembangunan SPBBN (STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR NELAYAN) di wilayah Kecamatan Batahan, Natal dan Kecamatan Muara Batang Gadis.
- Kadis Koperasi melalui Bupati Madina Supaya Mengajukan Permohonan dari masing-masing koperasi nelayan yang membutuhkan SPBBN sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
- Menteri setuju pembangunan pabrik minyak sawit merah di Madina, Kadis Koperasi melalui Bupati Manida mengajukan usulan dengan persyaratan pihak koperasi memiliki minimal 1000 Ha kebun sawit swadaya dan menyiapkan pertapakan pabrik, untuk lokasi pabrik Bupati merencanakan di daerah Sinunukan.
- Menteri mendukung sepenuhnya koperasi di Madina mendapatkan pinjaman Dana Bergulir yang dikelola Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB-KUMKM) Kemenkop RIyang nilainya mencapai 50 Miliar/koperasi.
- Untuk mendapatkan pinjaman bergulir tersebut, Pemkab Madina akan dipandu langsung oleh staf menteri dan Pengusaha Perkoperasian Nasional, Kamaruddin Batubara yang telah dihubungi oleh Bupati Madina untuk mensukseskan program tersebut.
PERTEMUAN DENGAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN RI
- Menteri setuju membangun budidaya lobster di Madina dengan menghadirkan langsung calon investor dan eksportir lobster.
- Pemkab Madina diminta menyediakan lahan untuk kepentingan budidaya lobster dengan melibatkan koperasi nelayan setempat.
- Sembilan proposal pengembangan perikanan laut dan darat yang disiapkan kadis KP sudah ditangan menteri, Bupati dalam pertemuan meminta secara khusus kepada menteri bantuan alat berat untuk membuka kolam ikan baru di Madina.
- Bupati juga meminta menteri yang juga sebagai pengusaha Nasional untuk berinvestasi di Madina, baik pengembangan kopi arabika Mandailing dan penambangan batu gamping sebagai bahan baku pabrik semen, lokasinya di sekitar kantor Bupati Madina, tepatnya Desa Sipa-paga dengan luas 4500 Ha.
- Atas undangan Bupati Madina, menteri akan berkunjung ke Madina bersama rombongan investor di akhir bulan Juni 2023 dengan agenda peninjauan lokasi tambang batu gamping, rencana lokasi budidaya lobster, dan menikmati kuliner Madina serta hidangan lobster mutiara, dengan rute terbang menggunakan pesawat pribadi via lapangan terbang Aek Godang.
PERTEMUAN DENGAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN RI
- Menteri sepakat menyelesaikan SK Perhutanan Sosial di Madina dengan luas keseluruhan 41.664 Ha dengan rincian 32.260 Ha masih dalam bentuk indikatif dan 9.404 Ha sudah defenitif.
- Pemkab Madina diharapkan membentuk tim pendapatan, pemetaan dan selanjutnya mengajukan SK kepada menteri sehinga selambat-lambatnya akhir Tahun 2023 seluruh SK Perhutanan Sosial sudah selesai. Untuk kepentingan teknis, menteri telah menunjuk direktur yang menangani Perhutanan Sosial mendampingi proses pelaksanaannya.
- Pemkab Madina juga diharapkan membuat program pembangunan usaha/bisnis perhutanan sosial sehingga hasilnya segera dinikmati masyarakat sekitar hutan, perlu dihadirkan bapak angkat dan kerja sama dengan perbankan dan lembaga keuangan lainnya termasuk Dana Bergulir di Kemenkop.
- Usaha perhutanan sosial i i dapat menjadi profesi baru bagi warga Madina di bidang pertanian, perkebunan dan Peternakan yang dapat menghidupi 20 ribu KK serta multiplayer efeknya bagi bisnis lainnya.
- Menteri sepakat menjadikan hutan Madina sebagai Locus Carbon Trading, untuk hal ini, Menteri dan Ketua Tim TP2D Todung Mulya Lubis dan Bupati Madina akan membicarakannya secara khusus dengan dirjen terkait. (MN-07)






