Kadis Pertanian Madina Berharap Pagu Anggaran Dinas Tak Dipotong 70 Persen

MADINA – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Siar Nasution meminta kepada bupati dan wakil bupati Madina agar pagu anggaran dinas yang dinaunginya tidak dilakukan pemotongan anggaran mencapai 70 persen akibat kebijakan efisiensi.

Siar menyebut, apabila terjadi pemotongan anggaran 70 persen maka para petani nantinya bakal tidak lagi bisa diperhatikan pihak dinas apabila membutuhkan bantuan obat maupun bibit tanaman dan bantuan ternak.

“Soal pemotongan anggaran pada Dinas Pertanian memang belum final, namun sudah ada sinyal akan dipangkas 70 persen. Mohon kepada Pemkab Madina jangan dipotong, nanti kami tidak bisa melakukan pendampingan ke petani,” kata Siar ketika diwawancarai pada, Kamis (27/2/2025).

Kadis Pertanian meminta agar kebijakan efisiensi anggaran pada Dinas Pertanian Madina cukup dilakukan 60 persen saja supaya kegiatan pendampingan dalam menjalankan program ketahanan pangan nasional dapat berjalan.

“Yang kami minta kepada Pemda supaya ini dilaksanakan 60/40. Kalau memang ini terjadi 70/30, kami memang tidak ada bantuan apapun kalau memang terjadi. Tolong dikabulkan 60/40 supaya kami dapat melakukan pendampingan ke para petani. Kalau nanti datang hama, apa yang bisa kami bantu?,” ungkap Siar Nasution.

Ditanya soal upaya atau langkah Dinas Pertanian Madina dalam meminalisir efisiensi anggaran ini, Siar Nasution mengaku pihaknya tetap mengajukan proposal kepada Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara untuk permohonan bantuan obat-obatan tumbuhan, pupuk, dan bibit tanaman holtikultura.

“Kami memang berupaya, kami bekerja sama dengan Provinsi dan ke Pusat. Kami sudah membuat proposal, baik itu APBD Provinsi maupun APBN supaya Dinas Pertanian Madina yang selama ini ada bantuan, tetap mendapat,” ungkap Siar. (FAN)