MADINA, Mohga – baru-baru ini viral sebuah video berdurasi 1 menit 33 detik dari seorang wanita meminta bantuan Presiden RI Joko Widodo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prawobo, Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak hingga Kapolres Madina AKBP H. Muhammad Reza
Setelah ditelusuri, wanita dalam video yang sudah tersebar itu adalah YN, orang tua seorang korban pencabulan yang terjadi di Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina. Dalam video itu ibu YN meminta agar penderitaan dan kasus yang menimpa keluarganya itu ditangani serius.
YN didampingi tiga anaknya dalam video tersebut mengaku keluarga pelaku sering meneror mereka dan diancam dibunuh. Mereka ketakutan melakukan aktivitas sehari-hari.
“Pelaku pernah datang ke rumah memukul saya, memukul anak saya dan mengancam suamiku akan dibunuh. Mulai dari bulan tiga tidak pernah masuk sekolah karena takut kami keluar, pak Kapolres. Kami susah makan pak karena kami takut keluar,” ucap YN dalam video itu.
Didengar, pada detik-detik akhir video seorang yang mengambil video mengajari YN untuk berbicara agar segera pelaku diamankan.
“Agar segera pelaku diamankan,” kata pengambil video itu dengan suara bisikan.
Setelah ditelusuri lebih dalam, faktanya, Satuan Reskrim Polres Madina menerangkan perkara tersebut sudah memasuki tahap penyidikan dan tersangka AN alias AF (35) sudah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buronan.
Kapolres Madina AKBP H.M Reza Chairul Akbar Sidiq melalui Kasat Reskrim yang disampaikan oleh Kaurbin Operasi Ipda Bagus Seto menerangkan, pengakuan sang ibu di dalam video tersebut tidak sesuai fakta di lapangan.
Polres Madina dan Polsek MBG, kata Bagus, sudah memberikan penanganan hukum yang cukup maksimal. Mulai dari tawaran pendampingan personel Polsek MBG terkait alasan takut ke luar rumah hingga pemberian bantuan sembako.
“Kita bukan diam dalam penegakan hukum perkara ini. Tersangka sudah DPO dan kita berupaya maksimal melakukan perlindungan bagi keluarga korban,” jelasnya, Sabtu (3/6/2023).
Polisi berpangkat balok satu emas dipundaknya ini juga mengaku tim Reskrim sudah beberapa kali turun ke lokasi untuk mencari pelaku, namun sampai saat ini keberadaannya belum diperoleh.
“Bayangkan, malam dini hari ada info pelaku di desanya. Saya langsung gerak dan ternyata tidak ada. Waktu itu saat pengamanan unjuk rasa warga Singkuang 1 dengan PT Rendi Permata Raya,” ungkapnya.
Menurut penelusuran Mohganews, video viral tersebut dikemas serapi mungkin oleh oknum yang mencoba memprovokasi supaya nama baik kepolisian dalam hal ini Polres Madina dan Polsek MBG buruk dimata publik. (MN-08)






