MADINA, Mohga – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi memberikan keterangan kepada wartawan terkait kalender tahun 2023 bermerk Pemerintah Kabupaten Madina yang dibanderol dengan harga ratusan ribu rupiah diduga dijual kepada kepala sekolah dan desa di Kabupaten Madina.
“Itu sudah kita anggarkan dan tidak ada pungutan, dianggarkan di dinas kominfo, itu yang resmi dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal,” sebut Atika kepada wartawan di gedung DPRD Madina, Kamis (16/2/2023)

Soal informasi kalender yang diperjualbelikan dengan harga hingga ratusan ribu rupiah kepada sekolah dan desa, di mana dalam kalender itu tampak foto-foto bupati dan wakil bupati serta bertuliskan Pemerintah Kabupaten Madina. Atika menyebut informasi ini akan ia tindaklanjuti dengan menugaskan inspektorat menelusuri ini
“Informasi ini saya ucapkan terima kasih. Saya akan menginstruksikan inspektorat menyelidiki ini. Karena kalender pemerintah kabupaten Madina anggarannya resmi ditampung,” pungkasnya
Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis juga terkejut harga kalender dibanderol ratusan ribu rupiah.
“Saya yakin ini bukan dari pemerintah melainkan oknum. Silakan bagi siapa pun yang mau mencari peluang tapi dengan harga yang wajar,” ujarnya
Sebelumnya diberitakan, kepala desa dan kepala sekolah di Kabupaten Madina sejak awal tahun 2023 dihantui pengadaan kalender yang dimasukkan oleh beberapa oknum berinisial RB, NHL dan HSN. Harganya pun dinilai tidak masuk akal yaitu Rp 100 ribu perkalender. Setiap satuan pendidikan diberikan 4-5 kalender dengan total yang wajib dibayar Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu
informasi diperoleh wartawan dari berbagai sumber menyebutkan kalender tersebut dibagikan melalui UPT Dinas Pendidikan atau korwil untuk kepala sekolah dan melalui camat untuk kategori kepala desa.
Hal ini dibenarkan DB, salah satu korwil dinas pendidikan di Kabupaten Madina. Oknum tersebut menitipkan kalender dengan harga fantastis itu untuk dibagikan kepada sekolah. Pembayannya dilakukan setelah dana bos cair. (MN-08)






