Operasi Zebra Toba di Madina Selesai, 135 Pengendara Kena Tilang

MADINA, Mohga – operasi Zebra Toba tahun 2022 yang berlangsung selama dua pekan mulai 3 Oktober hingga 16 Oktober telah selesai. Di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), 135 pelanggaran ditemukan petugas satuan lalu lintas Polres Madina

di antaranya 110 roda dua melanggar tidak menggunakan helm SNI, 17 roda tiga dan 8 roda empat.

Untuk jenis pelanggaran lainnya seperti peristiwa kecelakaan di lokasi rawan laka lantas dan penemuan narkoba saat berkendara dinyatakan nihil.

Kasat Lantas Polres Madina AKP Syamsul Arifin Batubara menjelaskan selama kegiatan operasi zebra petugas paling dominan menemukan pengendara yang tidak memakai helm Standar Nasional Indonesia (SNI) maupun tidak sama sekali menggunakan helm.

“Tilang teguran paling banyak ditemukan pengendara tidak memakai helm SNI dan sama sekali tidak memakai helm. Kesadaran masyarakat untuk menggunakan helm saat berkendara masih kurang,” ungkapnya, Senin (17/10/2022).

Pun demikian, Syamsul mengakui pada saat momen operasi berlangsung, Satlantas Polres Madina tetap melakukan imbauan dan memberikan pemahaman kepada pengendara yang melanggar. Selama operasi zebra berlangsung, Satlantas sudah memberikan beberapa helm SNI terhadap pengendara kategori kurang mampu.

“Ada ibu-ibu yang membonceng anaknya kita stop karena tidak menggunakan helm. Kita tanya alasan kenapa tidak memakai helm, jawabnya kurang mampu. Makanya kita bantu kasih helm SNI secara gratis,” imbuhnya.

Polisi berpangkat balok tiga emas dipundaknya ini juga menyebut selama operasi dilapangan, pengendara yang memiliki dokumen lengkap dan taat aturan berlalu lintas diberikan souvernir (gantungan kunci) sebagai rasa terima kasih dan apresiasi karana taat aturan.

Ditanya soal angka kecelakaan selama operasi Zebra Toba dimulai, alumni Universitas Indonesia ini mengku angka kecelakaan di lokasi rawan (target operasi) dinyatakan nihil.

“Alhamdulillah di dalam target operasi penggalangan jalan yang rawan macet, laka, pelanggaran kecelakaan tidak ada dalam operasi zebra tahun ini,” jelasnya.

Syamsul tetap mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Madina dimanapun berada untuk selalu patuh pada aturan saat berkendara.

“Untuk merubah kebiasaan yang tidak baik itu berawal dari diri kita sendiri. Mari bergandengan tangan untuk mewujudkan masyarakat Madina patuh berlalu lintas. Ini gunanya untuk keselamatan kita semua,” harapnya. (MN-08)