MADINA, Mohga – seorang pria berinisial AA (26), warga Desa Sirambas Kecamatan Panyabungan Barat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tega meninggalkan dua orang anak kandungnya di pematang sawah di Desa Parmompang Kecamatan Panyabungan Timur, Minggu malam (5/6/2022)
AA mengaku trauma melihat orang ramai, alasan itulah ia buat meninggalkan kedua anaknya.
Peristiwa ini berawal pukul 18.30 Wib. Dua orang anak bernama Aisyah Az-Zahra (6) dan M. Ibrahim (3) ditemukan salah seorang warga bernama Muhammad Misbar (50) di tengah sawah di Desa Parmompang dengan keadaan menangis dan meminta tolong.
”saya menemukan dua orang anak sedang menangis di pematang sawah, selanjutnya saya dan warga membawa kedua anak ini ke rumah kepala desa untuk perbantuan mencari orangtua atau keluarganya. Setelah itu, kami sepakat untuk menyerahkan ke Polsek Panyabungan,” katanya.
Kapolsek Panyabungan, AKP Andi Gustawi menjelaskan, setelah warga menyerahkan kepada kepolisian, pihaknya langsung bergerak melakukan pencarian keluarganya. Pukul 23.30 Wib, nenek kandung kedua anak ini ditemukan dan langsung dibawa menuju Mapolsek.
”setelah kita ketahui, nenek dua anak ini beralamat di Panyabungan Julu, anggota langsung bergerak untuk memanggil dan dibawa ke Polsek untuk serah terima bocah tersebut,” ungkap Kapolsek, Senin (6/6/2022)
Sesuai keterangan AA, kata Andi, saat itu AA membawa kedua orang anaknya dengan sepeda motor. Di tengah perjalanan, AA hendak buang air kecil, ia lalu menuju pematang sawah dan membiarkan anaknya di atas sepeda motor. Lalu, saat itu AA melihat ada beberapa orang yang datang dengan membawa senter. Karena panik, AA langsung sembunyi ke sebuah pokok yang berjarak sekitar 50 meter dari tempat anaknya ia tinggalkan.
Sementara, kedua anaknya yang ia tinggal di atas sepeda motor menangis. Warga pun menemukan anaknya lalu membawa anaknya ke pemukiman penduduk untuk menemui kepala desa.
Tak lama kemudian, AA yang mengaku melihat anaknya dibawa warga itu ke luar dari persembunyiannya menuju warung kopi di pemukiman warga desa. Sedangkan anaknya sudah dibawa oleh kepala desa ke Polsek Panyabungan. Oleh warga, AA pun yang mengakui kedua anak yang ditemukan warga itu adalah anaknya, dibawa ke Polsek Panyabungan.
”AA mengaku masih melihat kedua anaknya dibawa oleh warga dari lokasi. Hasil interogasi penyidik, AS merasa ketakutan atau trauma melihat orang banyak,” jelasnya.
Andi menyebut sejak pertama melalukan interogasi, AA terlihat gugup dan ketakutan. Diduga, ayah kedua anak ini terlibat pemakaian narkoba secara berlebihan.
”kita menduga AA terlibat pemakaian narkoba, makanya gugup melihat orang banyak,” tambahnya.
Saat ini, AA beserta kedua anaknya sudah dipulangkan kepada keluarganya di Desa Sirambas, Panyabungan. (MN-08)






