MADINA, Mohga – Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bersama Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumatera Utara mengingatkan para kelompok tani untuk merubah pola pikir bila ingin maju dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas mutu pertanian di daerah.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Madina, Siar Nasution SP bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumatera Utara melalui Kepala Seksi sayur dan tanaman obat bidang holtikultura, Adri Airil Nasution pada acara sosialisasi dan penyerahan bantuan bibit cabai, kentang dan bawang merah di aula UPT Dinas Pertanian di Kelurahan Kotasiantar, Rabu (8/6/2022).

Siar juga mengingatkan kelompok tani agar tidak menjual bibit dan bantuan lainnya yang diberikan pemerintah
Menurutnya, cara-cara tersebut semakin menurunkan mutu pengembangan pertanian di daerah. Dan ia menegaskan apabila masih ditemukan oknum yang memperjualbelikan bibit bantuan, Siar tidak akan sungkan untuk menempuh jalur hukum.
”pemerintah daerah saat ini fokus meningkatkan kualitas hasil tani dari daerah, tentunya kami berharap cara cara berpikir yang lama harus segera dirubah. Ini adalah gunanya untuk kita semua, perekonomian meningkat yang diuntungkan kita juga kan,” tegasnya.
”tolong, ke depan bantuan yang akan kita terima nanti dimanfaatkan sebaik mungkin. Jangan ada saya dengar kelompok tani menjual bibit tersebut, itu bisa terjerat hukum sesuai dengan perjanjian yang kalian tandatangani tertulis pada poin keenam, bukan main-main,” tuturnya.
Kepala Seksi Sayur dan Tanaman Obat Bidang Holtikultura pada Dinas TPA Provinsi Sumut, Adri Airil Nasution juga menekankan kepada para kelompok tani untuk membuat laporan pada setiap proses mulai dari tanam hingga panen.
Pasalnya, kata Adri, banyak mereka temukan keluhan di lapangan bahwa ketua kelompok tani maupun pihak desa mempermainkan bibit bantuan yang sudah disalurkan. Ke depan, pihaknya akan sering turun ke TKP untuk monitoring kelanjutan proses pertanian kelompok binaan.
”seharuanya kita bersyukur pemerintah masih mau mengalokasikan anggaran untuk membantu para petani. Mari, berfikir secara profesional untuk kemajuan bersama. Saya harap, tahun depan Madina sudah menjadi swasembada bawang merah dan cabai,” tambahnya.
Adri menyebut, bantuan bibit holtikultura jenis bawang merah, cabai, kentang dari Provinsi untuk 23 kelompok tani di Madina dapat dikalkulasikan memakan anggaran Rp 400 juta, ditambah bantuan pupuk organik sebanyak 100 ton. (MN-08)






