MADINA, Mohga – proyek nasional pembangunan jalan sepanjang 140 kilometer dimulai dari Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan hingga Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang dikerjakan pihak kontraktor PT Jaya Konstruksi sedang berjalan.
Pengerjaan jalan yang melewati tiga Kabupaten Kota penghujung Provinsi Sumatera Utara ini akan diaspal 70 kilometer sesuai jadwal kontrak 2 tahun sejak April 2022. Sementara 70 kilometer lainnya akan dilakukan perawatan seperti jalan yang berlobang akan ditutup.
Namun demikian, jalan nasional yang berada di Kabupaten Madina seperti jalan protokol Panyabungan akan diperbaiki total dan diaspal sepanjang 40 Kilometer.
General Affair (GA) PT. Jaya Konstruksi, Indra S kepada MohgaNews menjelaskan progres pembangunan jalan Sidempuan-Mandailing Natal baru sekitar 15 persen dengan item pengerjaan pemasangan batu, base A, base B, saluran dan aspal.
Ia menjelaskan pengerjaan jalan tersebut menjadi prioritas Jaya Kontruksi dalam memberikan hasil yang terbaik seperti pembangunan jalan nasional lainnya yang sudah selesai dikerjakan seperti di Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara.
“Pembangunan jalan ini tidak bisa cepat karena progresnya sangat banyak, perlu kesabaran. Kita dari Jaya Kontruksi akan terus berkontribusi terhadap pemerintah dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan bekerja tepat waktu,” katanya, Rabu (19/10/2022).
Indra menerangkan, pengerjaan jalan untuk Kabupaten Madina khusunya di Kota Panyabungan akan mulai pengerjaan peatching pada awal November 2022 dan akan dilanjutkan pengaspalan awal tahun 2023.
“Total pengaspalan efektif 70 KM, sedangkan di Madina sepanjang 40 kilometer lokasinya spot spot dan paling banyak diseputaran Kota Panyabungan yang aspalnya ada yang dua lapis dan satu lapis,” jelasnya.
Beberapa warga Panyabungan saat ditemui di lokasi berbeda mengaku senang adanya pembangunan infrastruktur. Namun, mereka juga sedikit merasa keberatan atas pengeboran jalan yang tak kunjung ditutup oleh pihak kontraktor.
“Bangga jalan nasional di wilayah kita dibangun, tentunya sisi positif dan negatif dalam kegiatan ini pasti ada. Dari sudut pandang negatif saya lihat jalan yang dibor masih banyak yang belum ditutup,” kata Rahmad Hidayat (35) warga Panyabungan.
Pria pekerja berjualan makanan ringan keliling ini mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat atas kepedulian untuk perbaikan infrastruktur di Madina. Rahmad menaruh harapan kepada pihak kontraktor agar secepatnya menutup bekas pengeboran khususnya di wilayah Panyabungan.
“Saya secara pribadi mendukung pembangunan jalan ini selagi bermanfaat bagi masyarakat. Namun, kalau bisa mohonlah secepatnya jalan yang dibor itu ditutup sebelum ada korban jiwa,” pintanya. (MN-08)









