SIDIMPUAN – Program Pascasarjana Magister Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Addary Padangsidimpuan menggelar Yudisium IX di Aula Terpadu Pascasarjana UIN Syahada Padangsidimpuan pada Kamis (25/7/2024).
Sebanyak 39 peserta dari lima program studi yang telah menyelesaikan Sidang Munaqasyah Tesis diberikan gelar Magister sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Acara ini dibuka oleh Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Ibrahim Siregar, MCL, didampingi oleh Wakil Direktur Pascasarjana, Dr. Hj. Zulhimma, S. Ag, M.Pd, serta para Ketua Program Studi: Dr. Zulhammi, M.Ag., M.Pd (Pendidikan Agama Islam), Dr. Utari Evy Cahyani, S.P., M.M (Ekonomi Syariah), Dr. Putra Halomoan Hasibuan, M.H (Hukum Keluarga Islam), Dr. Icol Dianto, S.Sos.I, M.Kom.I (Komunikasi dan Penyiaran Islam), dan Dr. Suparni, S.Si, M.Pd (Tadris Matematika).
Yudisium kali ini melibatkan 39 peserta yang telah menyelesaikan Sidang Munaqasyah Tesis dari lima program studi. Di antara mereka, lima peserta menerima penghargaan sebagai yang terbaik di bidangnya. Para penerima penghargaan tersebut adalah Muhammad Royi Alfadhili, Magister Pendidikan IPK 4.00 (Pendidikan Agama Islam), Nurfia Sinta Daulay, Magister Ekonomi IPK 3.95 (Ekonomi Syariah), Muhammad Yusuf Nasution, Magister Hukum IPK 3.95 (Hukum Keluarga Islam), Ikhwan Nasution, Magister Sosial IPK 3.95 (Komunikasi dan Penyiaran Islam), serta Lisda Lubis, Magister Pendidikan IPK 3.95 (Tadris Matematika).
Prof. Dr. H. Ibrahim Siregar, M.Ag, Direktur Pascasarjana UIN Syahada Padangsidimpuan, mengingatkan alumni untuk menjaga nama baik almamater dan terus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa. Di era teknologi saat ini, khususnya dengan kemunculan AI atau kecerdasan buatan, beliau menekankan pentingnya bijak dalam penggunaannya. “AI adalah alat yang bisa digunakan untuk kebaikan maupun kejahatan. Oleh karena itu, moralitas yang tinggi sebagai pondasi peradaban sosial sangat penting dalam pengendalian diri,” ungkapnya.
Teknologi, menurutnya, sudah menjadi bagian integral dari kehidupan dan ilmu pengetahuan. Namun, dampak teknologi bisa positif atau negatif tergantung penggunaannya. “Menggunakan teknologi untuk hal positif akan menghasilkan hasil yang positif, sedangkan jika digunakan secara negatif, efeknya juga akan negatif. Jadi, kita harus bijak dalam memanfaatkan teknologi, terutama para alumni UIN harus menjadikannya sebagai sumber kehidupan yang konstruktif,” tambahnya. (MRL)











