MADINA, Mohga – hingga memasuki malam bulan Ramadan pertama, Rabu malam (22/3/2023), warga Desa Singkuang 1 Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Madina tetap bertahan di lokasi blokade pintu masuk perusahaan perkebunan PT Rendi Permata Raya.
Begitu pun, mereka tetap melakukan ibadah salat tarawih di depan gerbang perusahaan atau tempat yang mereka dirikan tenda sebagai pengungsian.
“Kami tetap pada pendirian menduduki PT Rendi sampai hak kebun plasma kami diberikan. Malam ini kami tarawih di sini, di atas tanah leluhur kami yang sekarang sudah jadi kebun sawit PT Rendi,” sebut Ketua Koperasi Hasil Sawit Bersama, Safihuddin alias Guru Buyung kepada mohganews melalui sambungan telepon.
Ia menegaskan aksi ini akan terus mereka lakukan sehingga pemerintah bersikap tegas kepada PT Rendi, dengan begitu hak mereka bisa diperoleh seluas 20 persen dari total areal perkebunan PT Rendi seluas 3.741 Ha.
“20 persen dari lahan HGU 3.741 Ha itu harus diberikan sama kami. Kalau tidak, kami akan bertahan di sini, kami tidak akan tinggalkan tempat ini,
“Kami meminta pemerintah peduli kami dan mendesak PT Rendi menyerahkan hak kami. Kami tidak mau hanya mediasi lagi, yang kami inginkan adalah eksekusi, dengan begitu hak kebun plasma kami diselesaikan,” harapnya. (MN-08)






