MADINA, Mohga – puluhan pedagang daging sapi dadakan di jalan Protokol Pasar Baru Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) serentak membanting harga karena cuaca semakin gelap juga sudah menjelang magrib.
Para pedagang daging sapi dadakan yang datang dari berbagai desa di Kabupaten Madina itu sepakat menjual daging sapi seharga Rp 120 ribu perkilo. Padahal dari pagi tadi, pedagang itu menjual harga daging sesuai pasaran seharga Rp 170-180 ribu perkilogramnya.
Pantauan Mohganews, sejak pukul 18.00 Wib ratusan warga Madina menyerbu pedagang daging sapi itu.
Seperti pengakuan Hendra, salah seorang pembeli yang dijumpai di Pasar Baru mengaku sudah membeli daging sapi seharga Rp 120 ribu perkilogram.
“Iya 120 ribu dijual setelah sore ini, situ belilah daging mumpung murah,” katanya, Rabu (22/3/2023) sore.
Pria berumur 50 tahun itu menyebut daging yang dia beli tersebut untuk stok kebutuhan rumah tangganya dua atau tiga hari ke depan.
“Tadi pagi beli juga istri sekilo daging dan tulang sup. Pas lewat dari pasar saya lihat ramai kali, rupanya banting harga,” jelasnya.
Salah seorang pedagang bernama Pendi yang ditemui media ini mengaku harga Rp 120 ribu perkilogram itu benar. Mereka menjual dengan harga murah supaya modal yang dikeluarkan dapat ditutupi.
“Kan masih banyak jualan kita bang, terpaksa diturunkan harganya, kalau enggak bisa nemboki (rugi-red),” ujarnya.
Pendi mengaku tahun 2023 ini adalah zaman serba sulit, dia mengira untung dari berjualan daging sapi bisa mencukupi belanja sepekan atau dua pekan selama ramadan.
“Kembali modal saja sudah Alhamdulillah, ditambah lagi gaji anggota,” keluhnya.
Pantauan Mohganews, pedagang daging sapi dadakan di pinggiran jalan Protokol Pasar Baru Panyabungan hingga azan magrib masih berjualan. Daging yang diletakkan di atas meja serta digantung dilihat masih lumayan banyak. (MN-08)






