Wabup Atika Azmi Dilantik jadi Ketua HKTI Mandailing Natal

Sumatera Utara226 Dilihat

MEDAN – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution resmi dilantik sebagai Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Madina periode 2026–2031. Pelantikan berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Rabu (9/9/2026).

Pelantikan pengurus DPC HKTI se-Sumatera Utara ini dilakukan oleh Ketua Harian DPN HKTI Mulyono Machmir. Pada tingkatan DPD, HKTI Sumut kini dipimpin oleh Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, didampingi Sekretaris Muhammad Syah dan Bendahara Kamsir Aritonang. Pengurus DPD dilantik secara daring oleh Sekretaris DPN HKTI Abdul Kadir Karding.

Wakil Gubernur Sumut Surya yang hadir dalam acara tersebut mendorong HKTI untuk memperkuat peran dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung swasembada pangan.

“HKTI harus menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian di Sumatera Utara,” kata Surya.

Surya memaparkan, sektor pertanian memberikan kontribusi strategis sebesar 25,88% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumut. Sektor ini juga menyerap lebih dari 2,42 juta tenaga kerja atau sekitar 35,43% dari total tenaga kerja di provinsi tersebut.

Di sektor perkebunan, Sumut mencatatkan komoditas unggulan nasional seperti kelapa sawit 7,95 juta ton. Karet 310 ribu ton. Kelapa 102 ribu ton. Kopi Arabika 77,7 ribu ton. Kopi Robusta 10,3 ribu ton.v
Kakao: 37,3 ribu ton. Aren 8 ribu ton.

Meski demikian, pasokan sejumlah komoditas hortikultura masih terbatas. Produksi bawang merah baru memenuhi 63,8% kebutuhan daerah, sedangkan komoditas bawang putih dan kedelai masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Sekretaris DPN HKTI Abdul Kadir Karding mengingatkan pentingnya penguatan organisasi dan regenerasi petani, mengingat sektor pertanian saat ini masih didominasi kelompok usia tua.

Senada dengan hal itu, Ketua DPD HKTI Sumut Gus Irawan Pasaribu menegaskan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Fokus utama pengurusan baru ini mencakup pendorongan program prioritas dan hilirisasi komoditas unggulan seperti kakao, kelapa, dan kopi. (FAN)